asam organik oleh bakteri kuliah

Download Asam Organik Oleh Bakteri Kuliah

Post on 18-Oct-2015

46 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Asam Organik Oleh Bakteri

TRANSCRIPT

  • Manfaat Mikroorganisme dalam Bidang FarmasiProduksi AntibiotikaProduksi SteroidProduksi Vaksin Produksi Vitamin dan Asam Amino Produksi Enzim Produksi Alkaloid ErgotProduksi Protein Manusia

  • Manfaat Mikroorganisme dalam Bidang FarmasiProduksi AntibiotikaProduksi SteroidProduksi Vaksin Produksi Vitamin dan Asam Amino Produksi Enzim Produksi Alkaloid ErgotProduksi Protein Manusia

  • Produksi PenisilinPada produksi penisilin, media bernutrisi yang mengandung gula fenilasetat ditambahkan ke secara kontinu. Asam fenil asetat ini digunakan untuk membuat rantai samping benzil pada penisilin G. diekstraksi dari filtrat dan dikristalisasi. Penisilin semisintetik, penisilin G dicampur dengan bakteri yang mensekresi enzim asilase. Enzim ini akan melepas gugus benzil dari penisilin G dan mengubahnya menjadi 6-aminopenicillanic acid (6-APA). Aminopenicillanic acid adalah molekul yang digunakan untuk membuat penisilin jenis lain. Berbagai gugus kimia ditambahkan pada aminopenicillanic acid.

  • Produksi sefalosporinHal yang serupa juga terjadi pada sefalosporin C yang diproduksi oleh Cephalosporium acremonium. Molekul sefalosporin C dapat ditransformasi dan menghasilkan antibiotik baru yang memiliki kisaran antibakteri yang lebih luas.

  • Manfaat Mikroorganisme dalam Bidang FarmasiProduksi AntibiotikaProduksi SteroidProduksi Vaksin Produksi Vitamin dan Asam Amino Produksi Enzim Produksi Alkaloid ErgotProduksi Protein Manusia

  • Produksi SteroidHormon steroid sangat penting peranannya dalam dunia kesehatan. Misalnya kortison dan steroid lain yang serupa, diketahui dapat digunakan untuk meredakan sakit dan mengurangi bengkak, kontrasepsi oral dan untuk mengobati ketidakseimbangan hormonal. Berbagai turunan kortison berguna untuk mengobati gejala yang berhubungan dengan alergi dan berbagai respons inflamasi tubuh yang tidak diinginkan. Hormon sterois juga digunakan pada

  • Produksi KortisonSintesis steroid seperti kortison memerlukan lebih dari 35 langkah, sehingga steroid sangat mahal untuk diproduksi secara kimiawi. Misalnya, kortison dapat disintesis dari asam deoksikolat melalui 37 langkah, yang beberapa diantaranya memerlukan kondisi temperatur dan tekanan yang ekstrem, dengan biaya berkisar lebih dari $200 per gram. Kesulitan utama pada sintesis kortison adalah introduksi atom oksigen pada cincin steroid nomor 11. Hal ini dapat diatasi dengan pemanfaatan mikroorganisme untuk mengganti proses kimiawi ini dikemal dengan biokonversi.

  • Produksi Vaksin Vaksin diproduksi oleh strain muatan patogen atau melalui atenuasi atau inaktivasi patogen virulen tanpa menghilangkan antigen yang diperlukan untuk menimbulkan respons imun. Perkembangan bidang bioteknologi memungkinkan produksi seluruh vaksin baru. Beberapa vaksin baru ini ditujukan bagi target baru, dan beberapa lagi lebih efektif dan memiliki efek samping lebih sedikit dibandingkan vaksin tradisional yang ada pada saat ini.

  • CondUntuk menghasilkan vaksin terhadap penyakit yang disebabkan oleh virus, strain virus ditumbuhkan dengan menggunakkan telur ayam tertunas (embryonated egg). Individu yang memiliki alergi terhadap telur ayam tidak dapat diberi vaksin yang dibuat dengan cara seperti ini. Vaksin virus juga dapt diproduksi melalui kultur jaringan. Misalna, vaksin rabies tradisional diproduksi pada telur bebek tertunas dan memiliki efek samping yang sangat menyakitkan. Vaksin ini digantikan oleh produksi vaksin melalui kultur jaringan fibroblas manusia yang memiliki efek samping lebih sedikit. Produksi vaksin yang efektif dalam mencegah infeksi oleh bakteri, fungi, dan protozoa melibatkan pertumbuhan strain mikroorganisme pada media artifisial yang meminimalkan gangguan berupa respons alergi. Vaksin yang diproduksi secara komersial harus diuji dan distandardisasi sebelum digunakan, sehingga terjadnya outbreaks (wabah) penyakit akibat adanya vaksin swine influenza yang inadekuat dapat dihindari.

  • Produksi Vitamin dan Asam AminoProduksi Vitamin B12Vitamin B12 produksi samping pada fermentasi antibiotik oleh Streptomyces, fermentasi Propionibacterium shermanii atau Paracoccus denitrificans.Garam kobalt larut air ditambahkan pada reaksi fermentasi sebagai prekursor vitamin B12. Vitamin B12 dalam jumlah tinggi terakumulasi pada media dalam konsentrasi yang tidak toksik bagi Streptomyces.

  • Produksi Riboflavin

    Riboflavin dapat dihasilkan dari fermentasi berbagai macam mikroorganismebakteri Clostridium dan fungi Remothecium ashbyi atau Ashbya gossypii.

  • Produksi Asam Organik Asam glukonat bakteri termasuk Acetobacter , Penicillium dan Aspergillus. Aspergillus niger mengoksidasi glukosa menjadi asam glukonat dalam reaksi enzimatik tungal oelh enzim glukosa oksidase, asam glukonat memiliki berbagai kegunaan, antara lain:Kalsium glukonat digunakan sebagai prosuk farmasi untuk menyimpan kalsium dalam tubuh. Ferrous gluconate digunakan sebagai asupan besi untuk mengobati anemia. Asam glukonat pada detergen pencuci piring mencegah noda pada permukaan kaca akibat presipitasi garam kalsium dan magnesium.

  • Asam sitrat Aspergillus niger dengan molasses sebagai substrat fermentasinya, sebagai tambahan pada makanan, terutama dalam produksi minuman ringan. Asam giberelat fungi Gibberella fujikuroi (Fusarium monoliforme), untuk meningkatkan produktivitas pertanian, sebagai substansi pendukung pertumbuhan tanaman, perbungaan, dan germinasi biji, serta untuk menginduksi pembentukan buah tanpa biji. Asam laktat Lactobacillus delbrueckii, spesies Lactobacillus, lainnya Streptococcus, dan Leuconostoc. Asam laktat berguna untuk mengawetkan makanan pada industri penyamakan kulit dan industri

  • Produksi Alkaloid ErgotAlkaloid, beberapa diantaranya dapat dimanfaatkan dalam terapi, umumnya diperoleh dari tanaman.Alkaloid ergot fungi Ascomycetes, yaitu Claviceps purpurea. Istilah ergot digunakan untuk menunjukkan bahwa alkoloid ini dihasilkan dari fungi. Alkaloid ergot dibedakan menjadi dua kelompok berdasarkan kandungan asam lisergat dan clavin.

  • Alkaloid asam lisergat hanya diproduksi oleh genus Claviceps, sedangkan alkaloid clavin dari Aspergillus, Penicillium, dan Rhizobium. Alkaloid ergot digunakan untuk menstimulasi sistem saraf simpatik. Beberapa alkaloid lisergat seperti halnya ergotamin dan ergobasin terapi kandungan, untuk mengkontraksi uterus pada saat proses melahirkan bayi dan setelah melahirkan untuk mengkontraksi uterus postpartum.

  • Produksi Protein ManusiaInsulin diperlukan bagi penderita penyakit diabetes melitus, khususnya penderita diabetes melitus tipe I yang memerlukan asupan insulin eksogen. Pada mulanya, sumber insulin untuk penggunaan klinis pada manusia diperoleh dari pankreas sapi, kuda, babi, maupun ikan. Disebabkan mekanisme reaksi alergi yang timbul akibat menggunakan insulin dari hewan dalam jangka waktu lama, khususnya penderita diabetes tipe I, maka insulin dari manusia mulai diproduksi dengan menggunakkan teknik rekayasa genetik.

  • Asupan Insulin Eksogen

  • Beberapa sumber kontaminasi antara lain kotoran hewan pada saat dipotong, kotoran manusia, atau dari air yang terkena polusi air buangan yang mengandung bakteri pathogen.Yang termasuk bakteri penyebab infeksi pangan antara lain adalah Salmonella, Clostridium perfringens, Vibrio parahaemolyticus, Escherichia coli, Bacillus cereus, dan Vibrio cholerae.

  • SALMONELLASalmonella terdapat pada unggas dan telurnya, lalat, tikus dan kecoa. Ayam kalkun, bebek dan angsa dapat terinfeksi oleh berbagai jenis Salmonella yang kemudian dapat ditemukan dalam kotoran, telur dan sebagainya. Gejala keracunan Salmonella adalah demam, sakit kepala, diare, dan muntah. Masa inkubasi 5 72 jam, biasanya 12 36 jam setelah memakan pangan yang mengandung Salmonella.

  • Clostridium perfringenspenyakit yang ditimbulkan bakteri ini adalah gastroenteritis (gangguan saluran pencernaan), dengan gejala seperti sakit perut, diare dan terbentuknya gas racun yang dikeluarkan dari saluran pencernaan.

    Gejalanya timbul dalam waktu 8 24 jam setelah memakan makanan yang mengandung mikroba tersebut. Clostridium perfringens banyak terdapat pada daging ayam dan daging sapi masak. Pangan lain yang mungkin terkontaminasi adalah ikan, unggas, produk susu, makanan kering, sup, gravies, rempah-rempah, gelatin, spagheti, pasta.

  • Vibrio parahaemolyticusMasa inkubasi 2 48 jam, biasanya 12 jam.

    Gejala yang timbul adalah sakit perut, diare (kotoran berair dan mengandung darah), mual dan muntah, demam ringan, dan sakit kepala. Penderita akan sembuh setelah 2 5 hari.

  • Vibrio cholerae Cara kerjanya adalah dengan menyerang dinding saluran usus dan menyebabkan diare dan muntah. Penularan bakteri ini melalui air, ikan dan makanan hasil laut.Intoksikasi Pangan karena Bakteri Jenis bakteri penyebab intoksikasi pangan adalah Clostridium botulinum, Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas cocovenenans

  • Staphylococcus aureusGejala keracunan Staphylococcus aureus adalah banyak mengeluarkan ludah, mual, muntah, kejang perut, diare berdarah dan berlendir, sakit kepala, kejang otot, berkeringat dingin, lemas, nafas pendek, suhu tubuh dibawah normal.

    Gejala ini berlangsung 1 sampai dengan menjelang 2 hari, namun sangat jarang terjadi kematian.

  • KERACUNAN IKAN TONGKOL

    Keracunan dapat timbul setelah beberapa menit sampai beberapa jam setelah makan ikan tongkol. Gejalanya antara lain adalah rasa gatal atau terbakar di sekitar mulut, bibir bengkak, wajah kemerahan, berkeringat, mual, muntah, sakit kepala, jantung berdebar, pusing, atau bentol-bentol merah di badan. Gejala ini biasanya membaik sendiri dalam beberapa jam, atau bahkan beberapa hari. Keracunan ini disebabkan oleh kontaminasi bakteri pathogen seperti Escherichia coli, Salmon