bab i-iv new

Download BAB I-IV new

Post on 18-Oct-2015

184 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ersdfdgbss

TRANSCRIPT

25

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangPerkembangan dan penerapan teknologi telekomunikasi dalam mobile broadband saat ini telah mengalami kemajuan yang cukup pesat, hal tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan suatu komunikasi dan mengakses informasi tanpa batas waktu dan tempat dengan menggunakan berbagai perangkat. Dengan semakin tinggi permintaan penggunaan layanan mobile broadband di dalam kehidupan manusia, dan semakin meningkatnya ketergantungan masyarakat dimana-mana untuk mendapatkan informasi melalui internet, maka kebutuhan bandwidth layanan mobile broadband terus mengalami peningkatan pula.Untuk menunjang peningkatan kebutuhan bandwidth layanan mobile broadband, diperlukan jaringan akses yang menjadi penghubung antara Base Station (BS) dengan Base Station Controller (BSC). Media transmisi yang yang akan di gunakan merupakan media yang sangat penting dalam menyediakan bandwidth yang besar. Pada saat ini, serat optik yang akan menjadi media transmisi yang layak penggunaannya dalam penyediaan akses karena memiliki kapabilias dan kapasitas yang paling tinggi di bandingkan dengan media transmisi lainnya. Methode yang akan di gunakan agar dapat melewatkan bandwidth yang besar dalam melakukan transmisi, menggunakan peran serat optik berbasis Internet Protocol (IP) yang disebut dengan Metro Ethernet.

Pada jaringan Transport di Telkomsel, menggunakan beberapa teknologi yang mendukung segala bentuk pelayanan untuk user adalah sebagai berikut :1. Teknologi SDH, 2. Teknologi NG-SDH, 3. Meto-E, 4. Satelit, dan 5. Router.Dalam laporan PKL ini akan membahas mengenai metode jaringan 3G dalam mengupayakan . 1.2 Ruang Lingkup KegiatanLaporan praktek kerja ini disusun sebagai bahan penilaian untuk mata kuliah PKL (Praktek Kerja Lapagan) untuk semester VI dan juga sebagai laporan hasil praktik kerja lapangan di PT. TELKOMSEL devisi Transport Network Operation.

1.3 Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Sesuai dengan maksud dan tujuan yang telah dipaparkan sebelumnya, maka industri yang dipilih untuk melaksanakan kerja praktek ini adalah industri yang berkaitan dengan bidang studi mahasiswa, yaitu Teknik Elektro pada umumnya dan Teknik Telekomunikasi pada khususnya.

Dalam hal ini penulis telah melaksanakan Praktek Kerja Lapangan disalah satu perusahaan Selular di Indonesia yaitu PT. Telkomsel yang berpusat diJl. Jend Gatot Subroto N o 42. Jakarta Selatan kodepos 12710.

Penulis melaksanakan Praktek Kerja Lapangan pada bagian Department Transport. Dimana Department Transport merupakan tempat yang sesuai dengan mata kuliah yang pernah dipelajari di bidang Telekomunikasi. Waktu pelaksanaan kerja praktek dimulai tanggal 22 Januari 2014 sampai dengan 17 Maret 2014. Adapun tugas yang dikerjakan selama masa kerja praktek adalah pemahaman tentang dunia kerja secara nyata di lapangan dan penyelesaian permasalahan yang terjadi pada dunia kerja terutama dunia Selular, pengenalan dan cara pengoperasian tentang alat-alat transmisi yang digunakan pada sistem transmisi Telkomsel serta memahami sistem kerjanya.

1.4 Tujuan dan KegunaanKegiatan Praktek Kerja Lapangan ini merupakan salah satu mata kuliah yang wajib dilaksanakan di Politeknik Negeri Jakarta khususnya bagi mahasiswa jurusan Teknik Elektro program studi Teknik Telekomunikasi.Adapun tujuan dan manfaat dari kegiatan Praktek Kerja Lapangan ini secara umum adalah :1. Mengetahui dan mengenal ruang lingkup lingkungan dunia kerja sesungguhnya.2. Mengetahui teknologi telekomunikasi yang diaplikasikan oleh PT. Telekomunikasi Selular (Telkomsel).3. Mengimplementasikan dan mengaplikasikan teori masa perkuliahan dalam dunia kerja.4. Menumbuhkan dan melatih attitude kerja dalam sebuah tim.5. Mengetahui implementasi Jaringan Metro Ethernet PT. Telekomunikasi Selular (Telkomsel) untuk mendukung layanan akses mobile broadband dengan jaringan Existing PT. Telkom.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

Gambar Arsitektur jaringan 3GBerikut adalah interface yang terdapat pada jaringan 3G ;Uu: Interface yang menghubungkan antara User Equipment (UE) ke arah Node B Iu: Interface yang menghubungkan antara RNC ke arah Core (MGW atau SGSN) Iu-Cs untuk data circuit-switched masuk ke perangkat MGW Iu-Ps untuk data packet-switched masuk ke perangkat SGSN Iub: Interface yang menghubungkan RNC ke arah Node B Iur: Interface yang menghubungkan RNC ke arah RNC

2.1.1. NodeBNodeB merupakan perangkat yang terdiri dari keseluruhan radio equipment pada suatu area tertentu yang menyediakan satu atau beberapa cell group dimana setial cell memiliki karakteristik tersendiri. NodeB berhubungan langsung dengan MS (Mobile Station) pelanggan atau dalam hirarki disebut dengan jaringan akses, karena diakses oleh pelanggan/MS. NodeB dapat dianalogikan dengan BTS jika dalam jaringan 2G/GSM. Di dalamnya biasanya berisi modul-modul perangkat radio, yang frekuensinya 2500-2650 MHz.Fungsi dari NodeB itu sendiri yaitu:a. Melakukan proses air interface seperti channel coding, interleaving, rate adaptation, spreading and dispreading, modulation and demodulation, dan lain-lain.b. Melakukan operasi RRM (Radio Resource Management) seperti handover, power control, dan lain-lain.NodeB dikontrol oleh RNC melalui IuB dan perangkatnya bisa diletakkan terpisah atau satu lokasi dengan RNC.2.2. Synchronous Digital Hierarchy (SDH)SDH merupakan hirarki multiplexing yang berbasis pada transmisi sinkron yang telah ditetapkan oleh ITU-T. Dalam dunia telekomunikasi, sejumlah multiplexing sinyal-sinyal dalam transmisi menimbulkan masalah dalam hal pencabangan dan penyisipan (add/drop) yang tidak mudah serta keterbatasan untuk memonitor dan mengendalikan jaringan transmisinya. Hirarki multiplexing SDH dapat dilihat pada gambar 5.

2.2.1. Keuntungan SDHSDH memiliki dua keuntungan pokok yaitu fleksibilitas yang demikian tinggi dalam hal konfigurasi kanal pada simpul-simpul jaringan dan meningkatkan kemampuan manajemen jaringan baik untuk payload traffic-nya maupun elemenelemen jaringan. Secara bersama-sama, kondisi ini akan memungkinkan jaringannya untuk dikembangkan dari struktur transport yang bersifat pasif pada PDH ke dalam jaringan lain yang secara aktif mentransportasikan dan mengatur informasi. Selain dua keuntungan tersebut, SDH juga memiliki beberapa keuntungan lainnya , diantaranya adalah: a. Self-healing, yakni pengarahan ulang (rerouting) lalu lintas komunikasi secara otomatis tanpa interupsi layanan. b. Provisi yang cepat. c. Akses yang fleksibel, manajemen yang fleksibel dari berbagai lebarpita tetap ke tempat-tempat pelanggan. d. Kemampuan memberikan informasi (detail alarm) dalam menganalisis masalah yang terjadi pada sistem. e. Standar SDH juga membantu kreasi struktur jaringan yang terbuka, sangat dibutuhkan dalam lingkup yang kompetitif sekarang ini bagi perusahaanperusahaan penyedia layanan telekomunikasi. 2.2.2. Kelemahan SDHDi samping memiliki keunggulan, SDH juga memiliki kelemahan yaitu System tidak sederhana/kompleks. [8] Jika digunakan untuk menyalurkan sinyal PDH maka kapasitasnya berkurang. [8]2.3. Next Generation SDHNG-SDH (Next Generation Syncronous Digital Hierarchy) adalah teknologi SDH Multiplexer yang dilengkapi dengan teknologi ethernet sehingga dapat mengeluarkan IP pada mengiriman datanya.Konsep Next Generation SDH adalah menggabungkan kemampuan menyalurkan trafik kapasitas besar dari SDH dengan potensi trafik yang dimiliki protokol IP. SDH adalah protokol layer fisik (layer 1) sedangkan IP adalah layer network (layer 3). Oleh karena itu untuk mentransportasikan IP diatas SDH diperlukan layer 2 (layer data link) sebagai media perantara kedua layer tersebut. Untuk memenuhi keperluan tersebut maka dikembangkan Point-to-Point Protocol (PPP). PPP merupakan standar yang dikeluarkan oleh IETF. Proses pemetaan paket IP pada SDH terjadi dalam dua tahap, yaitu: tahap pertama paket IP dimasukan ke frame PPP dan tahap kedua frame PPP dipetakan pada payload SDH VC-4/SDH_HO (High Order atau n x STM1). Keuntungan menggunakan IP over SDH dibandingkan dengan IP over ATM adalah pengurangan overhead (bisa mencapai 10%-30%). Tetapi walaupun begitu, POS dan IP over ATM tetap tak bisa mengatasi masalah keterbatasan pengalamatan dan QoS pada jaringan IP secara tuntas.

2.1 Metro EthernetJaringan Metro Ethernet merupakan jaringan komunikasi data yang berskala metro (skala untuk menjangkau satu kota besar seperti Kota Jakarta misalnya) dengan menggunakan teknologi Ethernet sebagai protokol transportasi datanya. Begitu pula arti sebenarnya, teknologi Metro Ethernet merupakan salah satu perkembangan dari teknologi Ethernet yang dapat menempuh jarak yang luas berskala perkotaan dengan dilengkapi berbagai fitur yang seperti terdapat pada jaringan Ethernet umumnya. Metro Ethernet menggunakan protokol atau teknologi yang sama persis dengan Ethernet / Fast Ethernet pada LAN tetapi ada penambahan beberapa fungsi sehingga dapat digunakan untuk menghubungkan dua lokasi (dua LAN). Hingga kini teknologi Ethernet yang perangkatnya telah banyak beredar di pasaran telah mencapai bandwidth tertinggi sebesar 10 Gigabit per Second. Namun, Ethernet juga menyediakan teknologi Ethernet dengan bandwidth 100 Mbps (intarface FE) dan 1000 Mbps (interface GE).Teknologi Ethernet dipilih untuk jaringan berskala metro dikarenakan teknologi Ethernet telah digunakan secara luas oleh masyarakat, terutama dalam LAN. Interface Ethernet telah tersebar ke mana-mana dan keberadaannya sangat banyak. Selain itu, bandwidth yang ditawarkan oleh teknologi ini juga dapat dengan mudah diperbesar. Metro ethernet merupakan salah satu solusi teknologi untuk High End Market (HEM) dalam memberikan solusi terintegrasi untuk layanan voice, data dan video.

2.4. Router Router adalahperangkat network yang digunakan untuk menghubungkan beberapa network, baik network yang sama maupun berbeda. Dari segi teknologinya, menghubungkan network yang menggunakan topologi Bus, Star dan Ring. Rou