fotokimia 3

Author: astrimentari

Post on 22-Feb-2018

242 views

Category:

Documents


0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 7/24/2019 FOTOKIMIA 3

    1/28

  • 7/24/2019 FOTOKIMIA 3

    2/28

    gelap untuk memudahkan proses pengamatan. etelah kertas peka dibuat, kertas tersebut

    dikeringkan. Proses pengeringan dilakukan dengan menempatkan kertas peka tersebutdiantara kertas saring. %al ini dilakukan karena kertas saring memiliki daya serap yang kuat

    sehingga proses pengeringan dapat berlangsung dengan cepat.

    ambil menunggu kertas peka kering, dilakukan pembuatan objek pada kertas kalkir. 'bjekyang dituliskan inilah yang diharapkan nampak pada kertas peka sebagai hasil cetakan.Penulisan objek menggunakan tinta cina karena tinta cina memiliki konsentrasi dan

    kepadatan yang tinggi sehingga dapat dihasilkan tulisan yang sesuai dengan objek. elain itu,tinta cina ini juga bersifat mudah menempel dan meresap pada kertas kalkir. etelah

    menuliskan objek pada kertas kalkir, kertas kalkir tersebut dikeringkan dengan cara diangin

    anginkan. %al ini bertujuan untuk memperjelas tulisan dan mencegah tulisan berceceran pada

    kertas kalkir pada saat dijepit dengan plat kaca. elanjutnya, kertas kalkir yang berisi tulisanatau objek diletakkan di atas kertas peka kemudian dijepit dengan dua pelat kaca. !ungsi

    pelat kaca adalah untuk menghindari pengaruh sinar matahari langsung pada objek dan kertas

    peka sehingga objek yang dihasilkan nampak dengan jelas pada hasil akhir. etelah itu, kertaspeka dan kertas objek yang dijepit dengan pelat kaca disinari sinar matahari. !ungsipenyinaran dengan sinar matahari adalah agar pemindahan cetakan antara kertas peka dan

    kertas objek dapat berlangsung dengan baik. ahap inilah yang disebut dengan tahapfotokimia yakni reaksi kimia yang dapat berlangsung dengan bantuan sinar matahari.

    Proses selanjutnya adalah mencelupkan kertas peka pada larutan kalium heksasianoferrat atau

    #23!e("$)4. 5arutan ini berfungsi sebagai pemberi -arna biru pada kertas peka sehingga

    objek yang dituliskan dapat diamati.

    eaksi yang terjadi adalah sebagai berikut

    !e+(a6)+ #!e("$)43(a6) !e3+(a6)+ #!e("$)4&

    elanjutnya, ion ini bergabung dan menghasilkan -arna biru urnbull

    &!e3+(a6)+ 3#!e("$)4& !e!e("$)43

    Biru trunbull

    Pada reaksi tersebut nampak bah-a reaksi reaksi antara !e+

    dengan #!e("$)43

    menghasilkan biru urnbull.

    Proses selanjutnya adalah mencelupkan kertas peka kedalam kalium dikromat atau 2"r'7yang berfungsi untuk menghilangkan kotoran yang berupa ion heksasianoferat. 2emudian

    dicelupkan pada larutan asam klorida atau %"l yang fungsinya untuk membersihkan sisasisakotoran tidak terikat oleh 2"r'7juga untuk membersihkan diamonium yang kemungkinan

    berlebih pada saat terjadi reaksi. ahap terakhir adalah mencuci kerta peka pada air keran

    dengan tujuan untuk menghilangkan kelebihan ion %"l dan garamnya. eaksi yang terjadi

    pada saat pencucian adalah sebagai berikut

    3 2"r'7+ #!e("$)43 23#!e("$)4 + 3"r'7

  • 7/24/2019 FOTOKIMIA 3

    3/28

    2"r'7+ %"l 2"l + %"r'7

    %asil dari percobaan ini sesuai dengan teori yang terlihat pada kertas peka yang ber-arnabiru pada bagian objek dan membentuk tulisan coklat setelah kering.

    P8"'B11$ 9

    !''2I:I1 80;2I I'$ B8I (III)

    I. ;

  • 7/24/2019 FOTOKIMIA 3

    4/28

    @rothus (=9=7) dan 0raper (=9&3), perubahan fotokimia hanya dapat ditimbulkan oleh

    cahaya yang diserap. adiasi yang tidak diserap tetapi dapat mendorong molekul tereksitasi

    untuk memancarkan sinar. %ukum kedua fotokimia yang diusulkan oleh tark dan 8instein

    (=?A9=?=) menyatakan bah-a molekul yang menyerap satu kuantum sinar masuk menjadi

    teraktifkan.

    (1lberty, =?9&)

    .3 :anfaat !otokimia

    !otosintesis merupakan suatu reaksi kimia yang memerlukan cahaya agar proses

    pembentukkan gula dari selulosa dapat terjadi dari "'dan %'. "ahaya matahari membantu

    pembentukkan >itamin 0 di dalam tubuh. Pemutihan material kain dan sedotan biasannya

    menggunakan cahaya matahari. "etak biru dikembangkan dengan memancarkan cahaya pada

    senya-a besi. 0alam dunia fotografi senya-a perak dan halogen mengalami perubahan oleh

    cahaya.

    (Biddle, =?&?)

    .& "etak Biru

    Pengolahan cetak biru masih sangat jarang ditemukan,tetapi proses pembuatan cetak

    biru sangatlah mudah biasanya kertas cetak biru, dilapisi dengan besi ammonium sitrat dan

    kalium ferisianida yang sensiti>e terhadap cahaya. Proses penggambaran dilakukan pada kain

    tembus cahaya atau kertas yang ditempatkan di atas satu lembar kertas cetak biru dan dibuka

    pada tempat yang disinari oleh cahaya yang kuat. "ahaya mengubah besi ammonium sitrat

    menjadi senya-a garam dari besi, kemudian ketika kertas direndam di dalam air, senya-a

    garam dari besi bereaksi dengan kalium ferisianida untuk membentuk larutan biru pekat yang

    membuat kertas menjadi ber-arna biru. at kimia pada kertas dilindungi dari cahaya oleh

    garis dari kertas atau melarutkan gambar dan mengakibatkan kertas atau gambar menjadi

    putih. "etak biru dikembangkan dengan memancarkan cahaya pada senya-a besi. 0alam

    dunia fotografi senya-a perak dan halogen mengalami perubahaan oleh cahaya.

    (Biddle,=?&?)

    .C Pembentukan Darna pada Ion 2ompleks

    Penyerapan radiasi elektromagnetik oleh spesies ion dalam larutan membutuhkan

    elektron dalam ion yang dapat berpindah dari satu tingkat energi yang lain. "ahaya yang

    diserap harus memiliki energi yang sama dengan perbedaan dan tingkat energi tersebut dalam

    transisisi.

  • 7/24/2019 FOTOKIMIA 3

    5/28

    dari tingkat energi rendah ke tingkat yang lebih tinggi menyebabkan penyerapan komponen

    cahaya putih dan cahaya yang dile-atkan -arna.

    (Petrucci,=?9?)

    .4 enya-a kompleks

    enya-a komples adalah senya-a yang terbentuk karena penggabungan dua atau

    lebih senya-a sederhana yang masing masingnya dapat bediri sendiri.

    (i>ai,=??C)

    enya-a kompleks mengandung ion kompleks yang tersusun dari atom pusat yang

    mengikat secara koordinasi sejumlah spesies (ligan).

    5igan adalah molekul sederhana yang dalam senya-a kompleks bertindak sebagai

    donor pasangan elektron (basa le-is). 0engan kata lain, ligan merupakan suatu spesi atau

    molekul yang mempunyai sepasang elektron bebas yang dapat digunakan untuk berikatan.

    1tom pusat adalah atom yang dalam senya-a kompleks bertindak sebagai aseptor

    pasangan elektron (asam le-is). 1tom pusat juga menyediakan orbital kosong yang dapat

    diisi oleh liganligan.

    (Petrucci,=?9?)

    .7 eaksi Pembentukan enya-a 2ompleks

    enya-a kompleks terbentuk dari perpindahaan = atau lebih pasangan electron dari

    ligan ke ion logam ligan bertindak sebagai pemberi elektron dan ion logam sebagai penerima

    electron berikut reaksi umumnya

    : +n5:5n

    0imana n adalah bilangan koordinasi senya-a kompleks yang terbentuk. Bilangan koordinasi

    ini la*imnya , & dan 4.

    (Petrucci, =?9?)

    .9 Ion 2ompleks dan enya-a 2oordinasi

    Ion kompleks merupakan gabungan ion logam pusat dengan liganligannya,

    sedangkan senya-a koordinasi merupakan senya-a netral yang mengandung ion kompleks

    daerah sekitar ion logam pusat dimana liganligan ditemukan dinamakan lekung koordinasi.

  • 7/24/2019 FOTOKIMIA 3

    6/28

    2elarutan senya-a kompleks dalam air tergantung pada muatan kompleksnya.

    senya-a kompleks yang bermuatan la*imnya mudaah larut dalam air begitu pula sebaliknya.

    ifat ini berkaitan dengan sifat air yang berkutub. "ontoh

    1g

    +

    + "l

    1g"l sukar larut1g"l + "l#1g"l mudah larut

    (i>ai,=??C)

    . =A Besi

    .=A.= Pengertian Besi

    Besi merupakan unsur ke& terbanyak penyusun kerak bumi, tergolong unsur transisi

    utama. 0i alam ditemukan dalam beberapa mineral, terutama sebagai hematite ( !e'3),

    limonit (!e'('%) n%') dan magnetit (!e'!e'3). Besi dapat berada dalam emapat bentukalotrop, yaitu sebagai besiE, besiF, besi G dan besiH dengan titik transisi pada 77A",

    ?9", dan =C3A". Bentuk Ebersifat magnet,tetapi bila berubah menjadi besi H sifat magnet

    itu hilang. 5ogam besi sangat reaktif dan mudah berkarat terutama dalam kondisi udara

    lembab atau suhu tinggi. Pada pemanasan bereaksi dengan unsur bukan logam, dapat

    membentuk senya-a besi (II) dan senya-a besi (III).

    (:ulyono, AAC)

    .=A. enya-a 2ompleks Besi

    Besi adalah logam paling banyak, dan dipercayai sebagai unsur kimia ke sepuluh

    paling banya di alam.

  • 7/24/2019 FOTOKIMIA 3

    7/28

    (Petrucci, =?9?)

    .== Besi 'ksida

    !e', !e'3, dan !e3'& hampir sama apabila dikaitkan dengan strukturnya. 1tom

    oksigen pada semua strukturnya konfigurasi c.c.p. dalam stoikiometri semua !e' berbentuk

    oktahidral yang diikat oleh atom !e, yang memberikan efek kisi $a"l dari !e + da '.

    Perbandingan kedua ion ini dalam persenya-aannya kirakira &9,C4K. Pemindahan ion !e 3+

    dari ink 1ridear dan penggantian dengan dua sampai tiga dari number ion !e3+memberi

    !e' dalam besi berkurang ini menunjukkan data lebih akurat daripada penambahan oksigen

    ketika besi tigaempat aserrimeritan !e+diganti oleh ion !e3+ akan terbentuk senya-a !e3'&,

    !eLL (!eLLL')dan sebuah struktur spinel.

    (%eslop M obinson, =?4?)

    .= eaksi edoks

    eaksi redoks atau reduksi oksidasi sering ditulis sebagai dua reaksi paro dimana

    terjadi transfer elektron misalnya

    'ksidasi n+ n&++ e

    eduksi !e3++ e !e+

    2edua reaksi paro diatas dapat digabung menjadi

    eaksi edoks n3++ !e3+ n&++ !e+

    (!ernando, =??7)

    .=3 1nalisis Bahan

    .=3.=. 1sam 'ksalat

    ifat fisik memiliki titik lebur =A=o"

    densitas =,4 gramNm5

    tak ber-arna

    berbentuk padatan 2ristal

    ifat kimia asam dikarboksilat dengan rumus %"'&.%' atau "a"l.%'

    bersifat racun

    digunakan di laboratorium sebagai pereaksi analitik(larutan baku)

    untuk bahan pembersih pengunting logam

    (:ulyono,AA)

  • 7/24/2019 FOTOKIMIA 3

    8/28

    .=3.. 1sam 2lorida

    ifat fisik gas tak ber-arna

    berbau tajam

    titik lebur ==&,9'"

    titik didih 9&,?'"

    ifat kimia senya-a anorganik dengan rumus kimia %"l

    dapat dibuat dengan cara mereaksikan $a"l dengan %'&pekat

    sangat larut dalam pelarut air dengan membentuk larutan asam kuat

    (:ulyono, AA)

    .=3.3. Potassium 0ikromat

    ifat fisik padatan 2ristal jinggamerah 2"r'7

    densitas ,47 gramNm5

    titik lebur 3?4o"

    mengurai diatas CAAo"

    ifat kimia larut dalam air dan tak larut dalam alcohol

    monoklinik atau triklinik

    monoklinik berubah menjadi triklinik pada &=,4o"

    senya-a ini dibuat le-at pengasaman larutan kalium kromat kasa

    (0aintith, =??A)

    .=3.&. 2alium %eksasianoferat (III)

    ifat fisik berupa kristal ber-arna merah

    mempunyai B: 3?,C gramNmol

    ifat kimia kelarutan dalam air 33o"

    rumus molekul 23!e("$)4

    (:ulyono, AA)

    .=3.C. !e"l3

    ifat fisik padatan coklat hitam

    heksagonal

    densitas ,? gramNm5

    titik leleh 3A4o"

    mengurai pada 3=Co"

    ifat kimia larut dalam banyak organik

    membentuk larutan dengan daya hantar listrik yang rendahdalam banyak hal senya-a ini menyerupai alumunium oksida sehingga dapat digunakan

  • 7/24/2019 FOTOKIMIA 3

    9/28

    sebagai katalis pengganti dalam pengganti friedelcrafts

    (0aintith, =??A)

    .=3.4. 16uadest

    ifat fisik B: =9,A=4 gramNmol

    massa jenis =,3 gramNcm3

    titik didih =AAo"

    titik beku Ao"

    ifat kimia larut dalam dietil alkohol

    sebagai pelarut

    bersifat polar

    momen dipole =,9& 0

    (Basri, =??4)

    IO. :8'08 P8"'B11$

    &.=. 1lat dan Bahan

    &.=.=. 1lat

    @elas gelap @elas ukur

    2eping kaca Plastik

    Pipet tetes 5abel

    &.=.. Bahan

    2ertas %O

    0iamonium %idrofosfat Besi (III) 2lorida

    5arutan 23!e("$)4A,= :

    O. 011 [email protected]:11$

    $o. Perlakuan %asil= Pencampuran larutan besi (III) klorida dengan larutan

    asam oksalat dalam ruang gelap

    5arutan ber-arna

    coklat tua Pencelupan kertas %O ke dalam larutan campuran

    besi (III) klorida dengan larutan asam oksalat dalam

    ruang gelap

    Darna kertas %O

    menjadi kuning

    3 Pengeluaran kertas dari larutan, diamkan selama =A=C

    menit di dalam ruang gelap hingga kertas menjadi

    kering

    2ertas menjadi

    kering dan ber-arna

    kuning& Peletakkan objek di atas plastik dan jepit diantara dua 2ertas ber-arna

  • 7/24/2019 FOTOKIMIA 3

    10/28

    keping kaca kuningC Penyinaran dengan sinar matahari sekitar C7 menit 2ertas ber-arna

    kuning4 Pencelupan kertas peka ke dalam

    larutan ion heksasianoferrat (III) A,= :

    Bagian kertas yang

    tertutup oleh label

    ber-arna biru tua

    sedangkan bagian

    kertas yang tidak

    ditutup oleh label

    ber-arna biru

    OI. P8:B1%11$

    Percobaan ini berjudul !otokimia eduksi Ioni Besi (III)Q yang bertujuan untuk

    mempelajari reaksi reduksi besi (III) secara fotokimia dan mempelajari kegunaan reaksi

    reduksi besi (III) untuk cetak biru. Prinsip yang digunakan dalam percobaan ini adalah reaksi

    reduksi ion besi (III) yang dipengaruhi oleh cahaya. :etode dalam percobaan ini adalah

    fotokimia yang merupakan ilmu yang mempelajari reaksireaksi kimia yang diinduksi oleh

    sinar secara langsung menggunakan kertas kalkir yang transparan dan cetak biru dengan

    kertas tik dan dibuka pada tempat yang disinari oleh cahaya matahari sebagai cahaya kuatnya.

    Pertama dilakukan pelarutan besi (III) klorida dalam air. 16uades tersebut berguna

    untuk melarutkan !e"l3menjadi larutan ber-arna coklat. 2edua senya-a tersebut dapat larut

    karena keduanya termasuk senya-a polar. 2epolaran ini dapat terjadi karena adanya momen

    dipol pada kedua senya-a tersebut dimana momen dipolnya tidak sama dengan nol. :omen

    dipol adalah ukuran kepolaran molekul secara keseluruhan. (!essenden,=?9)

    uatu senya-a dapat dikatakan senya-a polar jika momen dipol senya-a tersebut R

    =,7 0ebye. 16uades (%') dikatakan polar karena momen ikatan molekul air tidak saling

    meniadakan, dan air mempunyai momen dipol lebih dari =,7 0ebye yaitu =,9& 0ebye. sama

    halnya dengan !e"l3 dikatakan polar karena momen ikatan molekul !e"l3 tidak saling

    meniadakan, dan mempunyai momen dipol R=,7 0ebye. %al ini dapat terjadi karena pada air

    ikatan antara % dengan ' akan cenderung tertarik ke arah % sehingga akan terbentuk sudut

    dan momen dipol tidak sama dengan nol (!essenden, =?9). edangkan pada !e"l3 ikatan

    antara !e dengan "l akan cenderung tertarik ke arah "l sehingga terbentuk sudut dan

    ikatannya tidak saling meniadakan serta tidak sama dengan nol. ehingga kedua senya-a ini

    dikatakan polar. Pada proses ini terjadi reaksi ionisasi !e"l3oleh %'

  • 7/24/2019 FOTOKIMIA 3

    11/28

    !e"l3 + %' !e3+ + 3"l + %'

    ehingga diperoleh ion !e3+. Pembentukkan ion !e ini tidak berjalan secara spontan tetapi

    berjalan melalui beberapa tahap, yaitu pada saat %' direaksikan dengan !e "l 3, maka %'

    itu akan membentuk %+dan '%dimana muatan positif !e pada !e"l3 akan tertarik pada

    oksigen pada %' yang bermuatan negatif. edangkan "lpada !e"l3yang bermuatan negatif

    akan tertarik oleh ion % pada %' yang bermuatan positif. 2emudian padatan !e"l3tersebut

    akan pecah perlahanlahan menjadi ionionnya yaitu !e3+ dan "l. Pada proses ini larutan

    menjadi ber-arna coklat tua dan panas. Panas ini terjadi karena adanya proses ionisasi

    eksoterm. etelah a6uades dan !e"lS padatan direaksikan membentuk larutan besi (III)

    klorida, selanjutnya dilakukan penambahan larutan diammoniun hidrofosfat tetapi pada

    percobaan yang dilakukan tidak dilakukan penambahan diammonium hidroksida. 2arena

    apabila pada percobaan yang dilakukan diberikan penambahan larutan diammonium

    hidrofosfat, larutan diammonium hidrofosfat tersebut akan mengalami reaksi redoks sehingga

    jika ikut direaksikan maka akan memperlambat reaksi reduksioksidasi pada !e(III) menjadi

    !e(II).

    2emudian larutan !e"lS yang ber-arna coklat tua tersebut ditambahkan dengan asam

    oksalat, -arna !e"lS yang tadinya ber-arna coklat tua berubah -arna menjadi -arna coklat

    muda. eaksinya

    !e"lS + %' !e3++ "lT

    !e3+ + 3("'')

    !e#("'')S

    Penambahan asam oksalat dilakukan tetes demi tetes pada ruang gelap bertujuan untuk

    mempertahankan agar reaksi reduksi besi (III) tersebut dapat tetap berlangsung dan

    mencegah terjadinya oksidasi kembali ion besi (II) menjadi ion besi (III). 5arutan yang

    dihasilkan ber-arna coklat dan panas yang dihasilkan menjadi turun.

    eaksi reduksi terjadi karena adanya penurunan bilangan oksidasi pada ion besi (III)

    menjadi ion besi (II). Proses pencampuran larutan !e"l3dengan asam oksalat dilakukan

    dalam ruang gelap dengan tujuan untuk mempercepat proses reduksi besi (III) tersebut dan

    agar reaksi dapat berjalan secara maksimal karena jika terkena cahaya, ion besi (II) yang

    dihasilkan akan kembali menjadi proses oksidasi. 5arutan yang dihasilkan ber-arna coklat

    dan panasnya turun.

    2emudian dilakukan pencelupan kertas %O ke dalam campuran larutan besi ( III)

    klorida dan %"'&. Pencelupan dilakukan secara merata agar dapat terlihat reduksi ion besi

    (III) menjadi ion besi (II). 2emudian kertas tersebut dikeluarkan dan dibiarkan hingga kertas

  • 7/24/2019 FOTOKIMIA 3

    12/28

    mengering dalam ruang gelap. %al ini dimaksudkan agar besi proses reduksi dapat terjadi

    secara maksimal.

    etelah kertas %O yang telah dicelupakan pada larutan !e"l3 mengering, maka

    kertas %O tersebut dijepitkan pada dua keping kaca dimana susunanya ialah kaca, kertas

    peka, objek dan plastik kemudian barulah ditutup oleh kaca kembali. 'bjek yang digunakan

    disini adalah kertas label yang ditempelkan pada plastik. 2emudian kertas %O yang

    berobjek tersebut dikenai sinar matahari. Pada saat penyinaran ini lah berlangsung proses

    fotokimia. Pada proses ini !e+ diubah menjadi !e3+ yang merupakan kompleks tidak

    ber-arna. Pada saat proses reaksi dalam ruang gelap bertujuan untuk menghambat terjadinya

    proses fotokimia yang disebut sebagai reaksi antifotokimia.

    2ertas %O yang tidak tertutupi oleh label mengalami oksidasi ke tingkat oksidasi

    yang lebih tinggi yaitu dari !e+menjadi !e3+. edangkan kertas %O yang tertutupi oleh

    objek kertas label tidak mengalami oksidasi melainkan tetap pada !e+, hal ini dikarenakan

    kertas label menghalangi proses oksidasi berlangsung. 2emudian kertas yang sudah disinari

    ini dicelupkan pada larutan 23!e("$)4 A,= :. ebelumnya dilakukan pelarutan pada

    23#!e("$)4 pada akuades sehingga senya-a ini akan terionisasi menjadi kation 32+dan ion

    kompleks #!e("$)43. eaksi yang trjadi

    23#!e("$)4 + %' 32++#!e("$)43

    0ari percobaan ini diperoleh hasil bah-a kertas %O yang tertutup oleh

    kertas label memberikan -arna biru yang lebih tua dibandingkan kertas %O yang tidak

    tertutup oleh kertas label. %al ini dapat terjadi karena proses oksidasi besi (II) menjadi besi

    (III) belum terjadi sempurna dan kertas %O tersebut belum terlalu kering. Darna biru yang

    dihasilkan diperoleh adanya reaksi reduksi besi ( III) menjadi besi (II). Darna biru ini

    merupakan bentuk senya-a kompleks 2!e#!e("$)4, yaitu senya-a kompleks kalium

    ferroferri sianida. Ion #!e("$)43berasal dari larutan 23!e("$)4, !e pada ligan ini bermuatan

    3+. Pada 2!e#!e("$)4, yang menjadi atom pusat adalah !e3+dan yang menjadi ligan adalah

    ("$)4. edangkan yang menjadi kation adalah 2!e3+ dan yang menjadi anionnya adalah

    #!e("$)43.

    0i sini terjadi proses eksitasi elektron !e3+. Berikut prosesnya

    4 !e #1r 3d4&s

    4 !e+

    #1r 3d4

    &sA

    UV UV U U U U

    UV U U U U

    U U U U U

  • 7/24/2019 FOTOKIMIA 3

    13/28

    4 !e3+#1r 3dC&sA

    !e+ dapat menghasilkan -arna biru karena perbedaan energi antara dua orbital berada dalam

    rentang cahaya tampak, sehingga terlihat adanya -arna .edangkan pada !e 3+ perbedaan

    energi antara dua orbital tidak berada dalam rentang pada cahaya tampak.

    eharusnya jika sesuai dengan petunjuk, percobaan ini ditambahkan 2"r'7. 1kan

    tetapi dalam percobaan tidak menggunakan 2"r'7 dan %"l. Ini di karenakan apabila

    menggunakan 2"r'7maka tidak akan muncul -arna, karena senya-a ini mengoksidasi

    larutan besi yang tadinya sudah tereduksi menjadi besi (II) menjadi besi (III) lagi. 5arutan

    %"l tidak digunakan pada saat pencucian ,karena apabila larutan ini digunakan maka pada

    saat pencucian, Besi yang ada pada kertas akan bereaksi lagi dengan %"l sehingga -arnanya

    akan hilang. 0an tidak dapat digunakan untuk identifikasi selanjutnya.Profil dari produk yang dibentuk merupakan senya-a kompleks 2!e#!e("$) 4, yaitu

    senya-a kompleks kalium ferroferri sianida yang ber-arna biru. Ion #!e("$)43berasal dari

    larutan 23!e("$)4, !e pada ligan ini bermuatan 3+. Pada 2!e#!e("$)4, yang menjadi atom

    pusat adalah !e3+ dan yang menjadi ligan adalah ("$)4. edangkan yang menjadi kation

    adalah 2!e3+dan yang menjadi anionnya adalah #!e("$)43.

    W

    LAPORAN REDUKSI GARAM BESI (III) DENGAN CAHAYA

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A.Latar Belakang

    Penelitian tentang dampak akti>itas manusia terhadap lingkungan, pada dasarnya

    adalah penelitian tentang hubunganhubungan kimia. alah satunya yaitu bagian industri.

    'perasioperasi kimia industri yang sangat besar mempunyai pengaruh yang dramatis dan

    berlangsung lama terhadap masyarakat. Proses industri yang utama dimulai dengan produksi

    dari tiga di antara logam yang utama dan terdapat beberapa bahan kimia anorganik maupun

    organik yang paling bermanfaat, masingmasing proses menghasilkan *at atau energi yang

  • 7/24/2019 FOTOKIMIA 3

    14/28

    >ital bagi standar kehidupan.#=anpa disadari bah-a cetak foto juga merupakan hasil bagian

    dari bahan kimia. 0imanaproses cuci foto tersebut menggunakan larutan kimia.

    0imana dalam proes cetak foto, digunakan berbagai larutan kimia. 5arutan kimia

    yang sering digunakan dalam proses tersebut yaitu asam oksalat (H2C2O4), larutan besi

    (III) klorida (FeCl3), larutan diamonium fosfat (NH4)2PO4, larutan heksasiano ferrat

    (K3Fe[CN]6) dan larutan kalium bikromat (K2Cr2O7) !alam "roses #etak foto $u%a

    dibutuhkan sinar &' a%ar hasil yang diperoleh percetakan tersebut bagus.

    Berdasarkan uraian di atas, maka dilakukanlah praktikum ini untuk mengetahui

    pengaruh cahaya terhadap proses reduksi garam besi (III) oksalat.

    B.Rumusan Masalah

    umusan masalah "ada "er#obaan ini aitu ba%aimana men%etahui "en%aruh

    #ahaa terhada" "roses reduksi %aram besi (III) oksalat*

    C.Tujuan Percobaan

    +u$uan "er#obaan aitu untuk men%etahui "en%aruh #ahaa terhada" "roses

    reduksi %aram besi (III) oksalat

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    !otokimia adalah ilmu yang mempelajari reaksireaksi kimia yang diinduksi oleh

    sinar se#ara lan%sun% mau"un tidak lan%sun% eaksi termal biasa an% berlan%sun%

    dalam %ela" mem"eroleh ener%i "en%aktifanna melalui tumbukan antar molekul

    an% a#ak dan berurutan eaksi fotokimia menerima ener%i "en%aktifanna melalui

    "enera"an foton #ahaa oleh molekulmolekulna Karena itu reaksi ini memberikan

    kemun%kinan selektifitas an% tin%%i, an% berarti bah-a ener%i dari kuantum #ahaa

    te"at sesuai untuk reaksi tertentu sa$a .adi taha" "en%aktifan dalam reaksi

    fotokimia #uku" berbeda dari lebih selektif dibandin%kan "en%aktifan reaksi biasa

    http://id.wikipedia.org/wiki/Kimiahttp://id.wikipedia.org/wiki/Kimia
  • 7/24/2019 FOTOKIMIA 3

    15/28

    (termal) Keadaan elektronik molekul an% tereksitasi mem"unai ener%i dan

    distribusi elektron an% berbeda dari keadaan dasar, sehin%%a sifat kimiana"un

    berbeda[2]

    !alam fotokimia terda"at dua hukum dasar /enurut hukum "ertama dari

    0rotthus (1213) dan !ra"er (1245), "eubahan fotokimia hana da"at ditimbulkan

    oleh #ahaa an% disera" +am"akna hokum ini $elas sekali, teta"i "erlu diketahui

    bah-a ada "en%aruh lain an% tidak di%ambarkan oleh 0rotthus dan !ra"er aitu

    radiasi an% tidak disera" teta"i da"at mendoron% molekul tereksitasi untuk

    meman#arkan sinar 6etelah mun#ulna hukum "ertama dari hukum

    fotokimia terdapat pula hukum kedua dari fotokimia yang diusulkan oleh tark dan 8instein

    (=?A9=?=) yang menyatakan bah-a molekul yang menyerap satu kuantum sinar masuk

    menjadi teraktifkan. elain itu, hukum kedua fotokimia merupakan dasar perhitungan dari

    hasil kuantum untuk prises tertentu.#3 Prinsi" dasar dari fotokimia aitu suatu sistem fotokatalis berisi material

    semikonduktor yang dapat berhubungan dengan medium reaksi baik cairan maupun gas.

    Proses di dalam fotokatalis adalah jika partikel semikonduktor berada di dalam cairan

    maupun gas dan dikenai cahaya ;O baik yang berasal dari cahaya matahari maupun lampu

    ;O. :aka akan menghasilkan pasangan elektron dan lubang (hole). Pasangan elektron dan

    lubang (hole) ini akan berdifusi ke permukaan partikel semikonduktor tersebut dan

    menyebabkan proses oksidasi dan reduksi polutan yang terdapat di dalam medium.[4]

    !alam "roses "en#ahaaan, $umlah #ahaa $u%a da"at diukur den%an

    aktinometer kimia an% menentukan $umlah "erubahan kimia an% ter$adiHasil reaksi

    fotokimia dalam aktinometer semula ditentukan den%an "eman#an% termik !alam

    reaksi fotokimia 7at antara an% tidak stabil umumna berada "ada konsentrasi an%

    sedemikian rendah sehin%%a tidak da"at di"ela$ari se#ara lan%sun% 6alah satu #ara

    untuk mem"erbesar konsentrasina adalah den%an men%%unakan kilat cahaya yang

  • 7/24/2019 FOTOKIMIA 3

    16/28

    sangat kuat. 2ilat berenergi tinggi untuk -akltu yang singkat dapat diperoleh dengan

    pembebasan muatan sejumlah besar kapasitor melalui tabung pemba-a muatan gas.#C

    alah satu bahan kimia yang terlibat dalam reaksi fotokimia adalah besi (!e).

    0imana Besi tersebut mengalami reduksi dari besi (III) menjadi besi (II) dengan campuran

    dari bahanbahan kimia yang lain. 2eberadaan pasir besi yang terdistribusi secara luas serta

    jumlahnya melimpah di Indonesia menjadi daya tarik secara ekonomi. Besi yang diperoleh

    dari bijih besi tidak dalam bentuk unsur murni !e tetapi dalam bentuk besi oksida. 0alam

    pasir besi, oksida logam ini dijumpai dalam dua fase, !e'3 dan !e3'&. 2eduanya

    merupakan bahan magnetik yang menunjukkan sifat kemagnetan ketika berada dalam medan

    magnet. !e'3 memilikiinteraksi yang lebih lemah di dalam medan magnet dari pada !e3'&

    yang memiliki inetraksi lebih kuat di dalam medan magnet.Pasir besi ini dapat lebih

    dimanfaatkan dalam bidang material dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi dan ramah

    lingkungan#4

    6e#ara umum besi terdiri dari suatu mineral o"tik an% ber#am"ur den%an

    butiranbutiran dari mineral non lo%am se"erti kuarsa, am"ibol, "iroksen, kalsit,

    felds"art dll, mineral tersebut terdiri dari ma%netik, ilmenit, limonit dan

    hematite :ineral bijih besi terutama berasal dari batuan basaltik dan andesit >ulkanik. Bijih

    besi dalam bentuk lump ore di pellet dengan komposisi tertentu lalu di reduksi, saat proses

    pellet bijih besi ukurannnya diperkecil, sedangkan suhu reduksi adalah berkisar antara 9AA /

    =ACAX".#7

    8esi (III) kebanakan terda"at dalam %aram berkristal dan berbentuk anion,

    sifat reduksi dari besi se"erti anionanion iodida tidak da"at dila-an karena sifatna

    tersebut Ion fero dalam besi memberikan %aram berkristal dan terda"at $u%a %aram

    /ohr an% #uku" stabil terhada" udara dan terhada" hilan%na air dan umumna

    di"akai untuk membuat larutan baku Fe2+ba%i analisis 9olumetri serta seba%ai 7at

    "en%kalibrasi dalam "en%ukuran ma%netik 6ebalikna Fe6O4 3H2O se#ara lambat

    mela"uk dan berubah men$adi kunin% #oklat bila dibiarkan dalam udara[8]

  • 7/24/2019 FOTOKIMIA 3

    17/28

    !alam "ersena-aanna, besi ('I) an% "alin% dikenal adalah anion okso

    FeO42- an% di"eroleh melalui oksidasi sus"ensi dalam natrium hidroksida (NaOH)

    "ekat atau den%an melelehkan serbuk Fe den%an KNO3 sehin%%a terda"at ion

    lembaun% merah "arama%neti# den%an dua elektron tidak ber"asan%an[9]

    8esi an% membentuk dua deret diturunkan dari besi (II) oksida FeO dalam

    larutan %aram%aram men%andun% Fe2+dan ber-arna sedikit hi$auIonion %abun%an

    dan kom"leks se"it an% ber-arna tua adalah $u%a umumIon besi (II) da"at mudah

    dioksidasikan men$adi besi (III) maka meru"akan 7at "ereduksi an% kuat 6emakin

    kuran% asam larutan itu semakin natalah efek ini dalam suasana netral atau basa

    bahkan oksi%en dari atmosfer akan men%oksidasikan ion besi (II) 0aram%aram besi

    (III) atau feri diturunkan dari oksida besi (III), Fe2O3. 0aram%aram tersebut lebih stabil

    dari"ada %aram besi (II) !alam larutanna terda"at kationkation Fe3+an% ber-arna

    kunin% muda dan $ika dilarutkan men%andun% klorida serta -arnana men$adi

    semakin kuat :at7at "ereduksi men%ubah ion besi (III) men$adi besi (II)[10]

    !alam Pengubahan ion besi (II) menjadi besi (III) dinamakan oksidasi. 0imana

    keadaan dari oksidasi yaitu kebanyakan logam ini cenderung untuk memperlihatkan beberapa

    keadaan oksidasi. 0imana oksidasi besi oleh ion hidrogen adalah khas bagi logamlogam

    dengan nilai yang negatif. Perak yang mempunyai nilai positif tidak dioksidasikan oleh ion

    hidrogen, tetapi dioksidasikan oleh asam nitrat pekat.#==

    elain oksidasi, proses perubahan besi (III) menjadi besi (II) disebut dengan proses

    reduksi. 0imana reduksi adalah suatu proses yang mengakibatkan diperolehnya satu elektron

    atau lebih oleh *at (atom, ion atau molekul). Bila suatu unsur direduksi, keadaan oksidasi

    berubah menjadi lebih negatif (kurang positif).

  • 7/24/2019 FOTOKIMIA 3

    18/28

    umum dan berlaku juga untuk proses dalam *at padat, lelehan maupun gas. 0ari uraian

    tersebut nampak bah-a oksidasi dan reduksi selalu berlangsung dengan serempak. Ini sangat

    jelas, karena elektron yang dilepaskan oleh sebuah *at harus diambil oleh *at yang lain.#=

    Proses reduksi logam besi juga dapat melibatkan ion timah. 0imana potongan

    potongan besi ditambahkan pada larutan dan campurannya disaring, ion timah (II) dapat

    dideteksi dengan reagensia merkurium (II) klorida. %asil yang serupa diperoleh dengan

    mendidihkan larutan dengan tembaga atau stibium.#=3

    I. Besi (III) klorida juga berpengaruh dalam proses cuci cetak tersebut. 0imana

    besi (III) klorida pe-arnaannya merah darah yang ditimbulkan karena

    terbentuknya suatu kompleks. ebenarnya ada sederetan kation dan anion

    kompleks yang terbentuk. 2ompleks (yang tak bermuatan itu) dapat

    diekstraksi dengan mengocok bersama eter. 0imana akan terbentuk kompleks

    kompleks yang tak ber-arna dan lebih stabil. elain besi (III) klorida, ion

    heksasianoferat (II) (!e#"$4) juga digunakan dalam proses cuci cetak

    tersebut, dimana heksasianoferat (II) dari logamlogam alkali dan alkali tanah

    larut dalam air dan logamlogam lainnya tidak larut dalam air dan dalam asam

    encer dingin, tetapi terurai oleh alkali.#=&

    elain besi (III) klorida, %"l juga berperan penting dalam proses pencetakan. 0imana

    %"l yang sangat pekat akan terbentuk !e"l&tetrahedral dan garamnya dengan kation besar

    bisa diisolasi. edangkan ion kompleks dengan "$ber-arna merah tajam dan biasanya

    digunakan sebagai uji semi kualitatif dan kuantitatif bagi ion ferri atau feri("$) 3dan dapat

    diekstraksi ke dalam eter. $amun, ion flourida akan melunturkan -arnany. 0alam keadaan

    padat dikenal ion !e!43, namun dalam larutannya hanya terjadi spesies dengan atomatom !

    lebih sedikit.#=&.

    https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8533753053838102460#_ftn1https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8533753053838102460#_ftn1https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8533753053838102460#_ftn1https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8533753053838102460#_ftn1
  • 7/24/2019 FOTOKIMIA 3

    19/28

    BAB III

    METODE PRAKTIKUM

    A. Waktu Dan Tempat

    Hari; +an%%al < .umat; 1= /ei >?14

    @aktu < ?2?? 1??? @I+A

    +em"at < Baboratorium Kimia Aor%anik &in Alauddin

    /akassar

    B. Alat dan Bahan

    Alat dan bahan an% di%unakan "ada "er#obaan ini, aitu mB,

    "i"et skala mB, %elas kimia 1?? mB, "in%set, ka#a, batan% "en%aduk, bul", botol

    sem"rot dan "irin%

    > 8ahan

    8ahan an% di%unakan "ada "er#obaan ini, aitu< aDuadest (H2O), kertas

    kalkir, kertas sarin%, larutan asam klorida (HCl) ?,1 /, larutan asam oksalat (H2C2O4)

    ?,> /, larutan besi (III) klorida (FeCl3) ?,?1, larutan diamonium fosfat (NH4)2PO4 ?,1

    /, larutan heksasiano ferrat (K3Fe[CN]6) ?,1 /, larutan kalium bikromat (K2Cr2O7) ?,5

    /, sloti", tinta #ina dan tissu

    C. Prosedur Kerja

    Prosedur ker$a "ada "er#obaan ini aitu menia"kan alat dan bahan

    /enia"kan %elas kimia 1?? mB kemudian memi"et mB diamonium fosfat

  • 7/24/2019 FOTOKIMIA 3

    20/28

    (NH4)2PO4, > mB larutan besi (III) klorida (FeCl3), dan > mB asam oksalat (H2C2O6)

    ?,> / "ada ruan% %ela" /enediakan kertas sarin% an% ukuranna sama den%an

    ka#a, ka#a an% di"akai sebanak = buah Kemudian membuat "ola dari kertas kalkir

    sesuai ukuran ka#a, sehari sebelum "raktikum Kertas kalkir di #elu"kan ke dalam

    larutan an% dibuat "ada ruan% %ela" kemudian dian%kat den%an "inset dan

    dikerin%kan den%an tissu 6etelah kerin%, menusun ka#a "re"arat, kertas kalkir

    (an% sudah ada "olana) kertas sarin% ("eka), tutu" den%an ka#a "re"arat dan

    diseloti" Kerin%kan den%an #ahaa lan%sun% dari matahari den%an "aruh -aktu an%

    berbeda aitu , 1?, 1, >? dan > menit 6etelah kerin% #elu"kan "ada larutan

    kalium heksasiano ferrat (K3Fe(CN)6?,1 /, larutan kalium bikromat (K2Cr2O7) ?,?5

    /, larutan asam klorida (HCl) dan aDuadest (H2O) /en%amati "erubahan an%

    ter$adi

    BAB IV

    II.

    III. HASIL DAN PEMBAHASAN

    A. Hasil Pengamatan 1. Hasil Pengamatan

    a. 5arutan ($%&)P'& (kuning) + (!e"l3) (kuning)) larutan orange + (%"'&)

    (bening) kuning, lalu dicelupkan kertas saring kuning, lalu

    didiamkan = hari dan membuat pola kertas karkil dengan tinta cina (hitam)

    menempelkan bahan kaca preparat + kertas karkil + kertas saring +

  • 7/24/2019 FOTOKIMIA 3

    21/28

    kaca preparat mengeringkan selama C menit mencelupkan 2!e

    ("$)4(hijau) biru + 2"r'7( kuning) biru + %"5 (orange) biru + air

    (putih) biru positif

    b. :engeringkan selama =A menit mencelupkan 2!e ("$)4(hijau) biru +

    2"r'7(kuning) biru + %"5 (orange) biru + air (putih) biru negatif.

    c. :engeringkan selama =C menit mencelupkan 2!e ("$)4(hijau) biru +2"r'7( kuning) biru + %"5 (orange) biru + air (putih) biru positif.

    d. :engeringkan selama A menit mencelupkan 2!e ("$)4 (hijau) biru +2"r'7( kuning) biru + %"5 (orange) biru + air (putih) biru positif. e. :engeringkan selama C menit mencelupkan 2!e ("$)4(hijau) biru +2"r'7( kuning) biru + %"5 (orange) biru + air (putih) biru positif.

    2. Tabel Pengamatan

    No Wakt !men"t# Ha$"l

    =. C Positif . =A Positif 3. =C Positif &. A Positif C. C Positif

    2. Reak$" !e"l3+ ($%&)%P'& !eP'&+ %"l + $%&"l

    !eP'&+ 3%"'& !e"'&+ %3P'&+ "'

    eduksi !e3++ e !e+ Y

    'ksidasi "'& "'+ e Y =

    !e3+

    +

    e !e+

    "'& "'+ e

    !e3++

    "'& !e++ "'

    3!e++ 23!e("$)4 !e3#!e("$)4+ 42+

    B.Pembahasan

  • 7/24/2019 FOTOKIMIA 3

    22/28

    Pada praktikum ini dilakukan percobaan untuk mengetahui pengaruh cahaya terhadap

    proses reduksi garam besi (III) oksalat. 0imana dilakuan pencampuran antara diamonium

    hidrogen fosfat C m5 dengan besi (III) klorida C m5 serta asam oksalat C m5 yang

    dilakukan di dalam ruang gelap. 0imana asam oksalat berfungsi untuk mereduksi !e3+

    menjadi !e+. edangkan diamonium hidrogen fosfat befungsi untuk memperlambat reduksi.

    Penambahan besi (III) klorida ke dalam campuran tersebut yang dilakukan di ruang gelap

    juga berfungsi untuk memperlambat proses reduksi, kemudian dilakukan pencelupan kertas

    saring ke dalam campuran larutan tersebut. 2ertas saring berfungsi sebagai kertas peka

    cahaya. 2ertas saring yang akan digunakan tersebut, sebelumnya harus dikeringkan.

    2emudian ditempelkan pada kaca dan kertas kalikir yang sudah ada polanya. 2ertas kalkir

    tersebut di gambar dengan menggunakan tinta cina. 0imana inta cina ini memiliki

    kerapatan yang lebih besar daripada tinta lainnya, sehingga dapat menghambat masuknya

    cahaya. 'leh sebab itu dalam pembuatan pola tersebut digunakan tinta cina. elanjutnya

    kertas saring dan kertas kalikir yang sudah menempel pada kaca dislotip. ujuannya agar

    tidak terjadi oksidasi karena adanya cahaya yang masuk. 2emudian diletakkan di ba-ah

    sinar matahari langsung dengan paruh -aktu selang C, =A, =C, A, C menit. 0iletakkan di

    ba-ah sinar matahari agar terjadi perpindahan secara sempurna dan memberikan hasil positif

    yang jelas. erta -aktu yang berbeda digunakan karena ingin membandingkan hasil di antara

    -aktu tersebut.

    etelah terkena sinar matahari langsung, maka slotip dibuka dan kertas saring

    dicelupkan ke dalam larutan ion heksasianoferrat (III) yang ber-arna hijau. ujuann dari

    pencelupan kalium heksasianoferat pada pembilasan ini yaitu akan terbentuk -arna

    biru yang menunjukkan besi (III) oksalat yang terserap dalam kertas saring telah tereduksi

    oleh cahaya menjadi besi (II) oksalat, dengan hasil reaksi dengan ion heksasianoferat

    adalah besi (II) heksasianoferat yang ber-arna biru. 2emudian kertas saring dicuci dengan

    kalium bikromat yang berfungsi untuk mengikat kotorankotoran dari ion heksasianoferrrat

  • 7/24/2019 FOTOKIMIA 3

    23/28

    (III) dan juga mengikat kelebihan ion heksasianoferrrat (III) yang digunakan. 2emudian

    dicuci lagi dengan %"l yang berfungsi untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada

    kertas yang mengganggu proses percetakan dan yang terakhir a6uadest yang berfungsi

    membentuk kompleks dengan besi (III) dengan molekul air sebagai ligannya. 0ari hasil pengamatan yang diperoleh kelima kertas saring tersebut diperoleh hasil yang

    positif. Dalapun hasil yang diperoleh pada menit ke A dan C kurang daripada menit

    sebelumnya. %al ini dikarenakan larutan heksasioanoferat yang digunakan pada menit ke =A

    harus diganti, karena larutan tersebut telah dipakai sebelumnya sehingga kandungan ion

    dalam larutan tersebut sudah berkurang. 0an -aktu yang lama pada proses pencahayaan juga

    tidak bagus untuk hasil akhir. 0ari hasil positif tersebut menunjukkan bah-a percoban hasil

    percobaan sesuai dengan teori. 0imana teori menyatakan bah-a ion besi (II) direaksikan

    dnegan ion heksasiano ferrat (III), maka akan terbentuk larutan biru (biru turnbull). Besarnya

    pengaruh cahaya terhadap reduksi besi (III) menjadi besi (II) aan tampak sesuai dengan

    kepekatan -arna biru yang terbentuk.

    BAB %

    PENUTUP

    A.Kesimpulan

    2esimpulan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh cahaya terhadap

    proses reduksi garam besi (III) oksalat dilakukan dengan sinar ultra>iolet. emakin lama

    -aktu penyinaran semakin tidak jelas noda yang nampak pada kertas saring akibat garam

    besi (III) tereduksi.

    B.Saran

    aran dari percobaan ini adalah sebaiknya pada percobaan berikutnya digunakan

    kertas peka cahaya lain selain kertas saring sehingga dapat diketahui pengaruh jenis kertas

    terhadap proses reduksi cahaya terhadap garam besi (III) oksalat.

  • 7/24/2019 FOTOKIMIA 3

    24/28

    DA&TAR PUSTAKA

    Burhanudin yam dan %endri -idiyandari, Sintesis Film Tungsten Oksida (WO3) Dengan Penambahan Metal Co-atalis !esi (Fe) Dan "#likasi Pada Peningkatan "kti$itas Fotokatalitik Degradasi %at Warna Meth&lene !lue Menggunakan Caha&a Matahari,

  • 7/24/2019 FOTOKIMIA 3

    25/28

    #=2eenan, "harles. eneral College Chemistry.terj. 1loysius %adyanaPutjaatmaka.'lmu imia *ntuk *ni$ersitas ( [email protected] 0ogel "nalisis "norganik kualitatif. (

  • 7/24/2019 FOTOKIMIA 3

    26/28

    #=3>[email protected] 0ogel "nalisis "norganik kualitatif, h. C4.

    #=&>[email protected] 0ogel "nalisis "norganik kualitatif, h. 3&A

    .

    #=C"otton, 1lbert, @eoffrey.!asi+ 'norgani+ Chemistr&. terj. uharto.imia"norganik Dasar h. &44.

    METODE

    Percobaan !otokimia eduksi Ion Besi (III) pertama kali dilakukan dengan membuat larutan

    dari campuran antara =AA m5 larutan Besi (III) 2lorida dengan =AA m5 larutan 0iamonium

    %idrofosfat kemudian ditambahkan dengan 1sam reduktor yaitu berupa 1sam 'ksalat.

    5arutan yang kami gunakan dalam percobaan kami bukan larutan yang kami buat secaralangsung akan tetapi kami menggunakan larutan yang telah dibuat seminggu sebelumnya dan

    disimpan dalam almari gelap agar larutan tidak rusak.

    ahap berikutnya adalah mencelupkan kertas %O sebanyak lembar kedalam larutan

    mengeringkannya selama 3A menit yang digunakan sebagai kertas peka. Pencelupan dan

    Pengeringan dilakukan didalam lemari gelap untuk meminimalisir terjadinya proses oksidasi.

    ambil menunggu kertas peka kering,kami membuat objek diatas kertas kalkir yang kami

    tulis dengan tinta dengan pola $I: kami yaitu &3A=&==A? dan &3A=&====. 2etikapengeringan selama 3A menit telah selesai kemudian kertas peka tersebut dijepit dengan

    kertas kalkir yang telah ditulis dengan tinta untuk selanjutnya dikenai sinar matahari dengan

    >ariasi lama penyinaran yaitu C menit dan =A menit. etelah pengeringan dilakukan kemudian

    kertas peka yang telah dikenai cahaya matahari tersebut dicelupkan kedalam 3 jenis larutan

    yaitu 5arutan ion %eksasianoferrat (III) A.= :,larutan kalium 0ikromat encer A.A3 :,dan

    %"l A.= : secara berurutan. :engamati dan mencatat perubahan yang terjadi.

    HASIL DAN PEMBAHASAN

    abel 4.= %asil Pengamatan

    A$'ek (ang )"amat" Ha$"l Pengamatan

    Wa*na la*tan &e+l, o*ange ke-oklatanben"ng

    Wa*na la*tan D"amon"m

    H")*o/o$/at

    ben"ng

    Wa*na la*tan -am'*an O*ang ke-oklatan agak ')a*

    Wa*na la*tan -am'*an 0

    A$am Ok$alat

    O*ang ke-oklatan agak ')a*

    Wa*na ke*ta$ $etela1)"-el'kan )alam la*tan

    Ran$'a*anagak kn"ng

  • 7/24/2019 FOTOKIMIA 3

    27/28

    Ha$"l -etakan Wa*na b"* ta )engan a*na 't"1 'a)a ob3ek (ang

    te*tt' $'")ol

    Reak$" (ang te*3a)"

    #!e(%')3 #!e(%')C('%)

    #!e(%')3#!e(%')&('%) #!e(%')&&

    Pembahasan

    Percobaan fotokimia reduksi ion besi (III) bertujuan untuk mempelajari reaksi reduksi ion

    besi (III) menjadi ion besi (II) dan pemanfaatannya dalam cetak biru. 5angkah pertama yang

    dilakukan dalam percobaan ini adalah membuat larutan yang merupakan campuran antara=AA m5 !erri 2lorida (!e"l3) dengan =AA m5 diamonium hidrofosfat ($%&)%P'&) karena

    kita memanfaatkan reaksi reduksi Besi (III) sehingga larutan yang kita buat juga harus terdiri

    dari ion Besi (III) seperti didalam !e"l3yang selanjutnya ditambahkan dengan =AA m5 1sam

    'ksalat (%"'&) . 5arutan ini digunakan untuk mencelupkan kertas %O guna membuat

    kertas peka. !ungsi penambahan 1sam oksalat adalah untuk mereduksi ion besi (III) menjadi

    ion besi (II) dan mempertahankannya agar tidak mengalami oksidasi kembali menjadi ion

    besi (III) oleh karena itu percobaan dilakukan didalam lemari gelap.

  • 7/24/2019 FOTOKIMIA 3

    28/28

    sinar,proses ini bertujuan untuk mengoksidasi ion Besi (II) yang telah dihasilkan pada proses

    sebelumnya menjadi ion Besi (III),akan tetapi bagian yang telah tertutup oleh spidol pada

    pembuatan objek tidak ikut teroksidasi menjadi ion besi (III) karena bagian tersebut telah

    terlindungi(tertutup) oleh tinta.dan hal inilah yang menghalangi proses oksidasi.

    2ertas peka yang telah disinari kemudian dicuci dengan larutan 2alium

    heksasianoferrat,2alium 0ikromat,dan %"l guna memperjelas objek yang telah dibuat.

    Perubahan yang terjadi setelah pencelupan yaitu kertas menjadi ber-arna biru tua pada

    bagian yang tidak tertutup spidol sedangkan pada bagian yang tertutup spidol ber-arna putih.

    Darna biru yang muncul merupakan efek dari terjadinya reaksi oksidasi dari Ion Besi (II)

    menjadi Ion Besi (III) karena terkena cahaya matahari. Pada proses pencelupan dengan

    larutan 2alium %eksasianoferrat bagian yang tidak tertutup spidol ber-arna biru tua

    sedangkan bagian yang tertutup spidol ber-arna biru muda,setelah dicelupkan kedalam

    kalium dikromat dan %"l bagian yang tertutup spidol menjadi ber-arna putih sehingga objek

    yang dituliskan jelas terlihat.

    eaksi yang terjadi pada pencelupan tersebut adalah sebagai berikut

    !e+ + #!e("$)43 !e3+ + #!e("$)4&

    &!e3+ + 3#!e("$)4& &!e#!e("$)43

    2ompleks lah yang memunculkan -arna biru pada kertas peka yang kami celupkan.

    eaksi yang terjadi pada pencelupan tersebut adalah sebagai berikut

    0alam percobaan yang kami lakukan kami menggunakan >ariasi lama penyinaran yaitu C

    menit dan =A menit. Perlakuan penyinaran selama C menit diberikan kepada objek

    &3A=&==A?Q dan perlakuan penyinaran selama =A menit terhadap objek

    &3A=&====Q,hasil yang kami dapat objek dengan penyinaran selama C menit lebih jelas

    terlihat dibandingkan yang disinari selama =A menit,hal ini dikarenakan reaksi fotokimia

    memiliki rentang -aktu yang optimal untuk penyinaran yaitu 3C menit,jika sampai =A menit

    maka kemungkinan bagian yang tertutup oleh spidol sedikit ikut teroksidasi sehingga

    menyebabkan menghasilkan -arna yang tidak jauh berbeda dengan area disekitarnya yang

    tidak tertutup spidol.