laporan dk 2 skenario 1 blok 7

Download Laporan Dk 2 Skenario 1 Blok 7

Post on 27-Oct-2015

141 views

Category:

Documents

22 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Laporan Tutor PSPDG FK UNSRI BLOK 7

TRANSCRIPT

LAPORAN ILMIAH KELOMPOK TUTORIALSKENARIO 1 BLOK 7

OLEH KELOMPOK 1FASILITATOR : drg. Siti Rusdiana Puspa Dewi drg. Arya Prasetya Beumaputra, Sp. OrtKETUA : Alfa Marojahan 04111004023SEKRETARIS : Sherly Septhimoranie04111004039ANGGOTA: 1. Febrisally Purba04111004058 2. Yosefa Adventi 04111004045 3. Venny Dwijayanti04111004054 4. Annisa Indita Riami04111004047 5. Msy Nurul Qomariah04111004002 6. Amalia Virgita04111004061 7. Apriko Merza 04111004001 8. Pattrisha Rae04111004012 9. Rivi Eka Permata 04111004028 10. Marina Magdalena04111004033 11. Eka Wahyuni 04111004065

PROGRAM STUDI KEDOKTERAN GIGIFAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA TAHUN 2013

BAB IPENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Di tutorial kali ini kami mendapatkan skenario sebagai berikut :

Irma, 26 tahun datang ke dokter gigi dengan keluhan ingin menambal gigi belakang kanan bawahnya. 6 bulan yg lalu gigi tersebut pernah sakit. Selain itu Irma mengeluhkan gigi belakang atasnya yang ditambal 7 tahun lalu mulai berubah warna. Pada pemeriksaan gigi 46 vitalitas (-), perkusi (+), palpasi (-). Pemeriksaan radiografi menunjukkan adanya area radiolusensi dengan diameter 8 mm pada periapikalnya. Pemeriksaan gigi 14 menunjukkan tumpatan amalgam klas 1, kondisi tumpatan masuk baik, gigi berubah warna kehitaman dan terlihat saat pasien tersenyum, perkusi (-), palpasi (-), pemeriksaan radiografi menunjukkan kondisi tumpatan masih baik pada dentin, kondisi periapikal normal.Dari skenario tersebut, akan kami jelaskan dengan jump jump sebagai berikut :

1. KLARIFIKASI ISTILAH

a) Tes vitalitas : tes untuk mengetahui gigi vital atau tidakb) Tes perkusi : tes untuk mengetahui apakah ada lesi periapikal dengan cara diketuk.c) Tes palpasi : tes untuk mengetahui adanya pembengkakan di gingiva dengan cara diraba

2. IDENTIFIKASI MASALAH

a) Gigi 46 Irma 6 bulan lalu pernah sakit. Pada pemeriksaan gigi tersebut vitalitas (-), perkusi (+), palpasi (-) dan terdapat lesi radiolusensi 8 mm pada periapikal.b) Gigi 14 yang ditambal 7 tahun lalu mulai berubah warna kehitaman. Hasil pemeriksaan gigi tersebut perkusi (-), palpasi (-) dan pemeriksaan radiografi menunjukkan kondisi tumpatan masih baik pada dentin.

3. ANALISIS MASALAH

a) Apa yang menyebabkan gigi 46 Irma pernah sakit 6bulan yang lalu dan sekarang tidak sakit lagi?b) Apa yang menyebabkan gigi 14 berubah warna ?c) Bagaimana metode pemeriksaan penyakit pulpa ?d) Bagaimana cara interpretasi metode pemeriksaan dan menegakkan diagnosa pada gigi Irma?e) Apa interpretasi dari diagnosa pemeriksaan radiogradi pada gigi 46?f) Apa saja jenis jenis penatalaksanaan dari penyakit pulpa ?g) Apa hubungannya penyakit pulpa dan lesi periapikal ?h) Bagaaimana proses terjadinya diskolorasi ?i) Bagaiamana penatalaksanaan gigi diskolorasi ?j) Apa saja jenis bleaching?

4. HIPOTESIS

Berdasarkan hasil pemeriksaan, gigi46 Irma mengalami nekrosis dan periodontitis apikalis dan dilakukan perawatan pulpektomi secara mortal dan gigi 14 Irma mengalami diskolorasi dan dilakukan perawatan in-office bleaching.

5. LEARNING ISSUE

a) Penyakit Pulpa dan Periapikal Definisi Jenis Definisi Etiologi Patogenesis Penatalaksanaan Metode Pemeriksaan Jenis Interpretasi dan Diagnosab) Diskolorasi Definisi Etiologi Patogenesis Penatalaksanaanc) Bleaching Jenis Indikasi dan kontraindikasi Cara penggunaan Mekanisme Dampak

BAB IIPEMBAHASAN

Definisi Penyakit Pulpa dan PeriapikalPenyakit Pulpa1. Pulpitis Reversibel Suatu kondisi inflamasi pulpa ringan sampai sedang yang disebabkan oleh stimuli noksius, tetapi pulpa mampu kembali pada keadaan tidak terinflamasi setelah stimuli ditiadakan. Rasa sakit yang berlangsung sebentar dapat dihasilkan oleh stimuli termal pada pulpa yang mengalami inflamasi reversible, tetapi rasa sakit hilang segera setelah stimuli dihilangkan.

2. Pulpitis IrreversibelSuatu kondisi inflamasi pupa yang persisten, dapat simtomatik atau asimtomatik yang disebabkan oleh suatu stimuli noksius. Pulpitis irreversible akut menunjukkan rasa sakit yang biasanya disebabkan oleh stimuli panas atau dingin, atau rasa sakit yang timbul secara spontan. Rasa sakit bertahan untuk beberapa menit sampai berjam-jam dan tetap ada setelah stimulus termal dihilangkan.

3. Pulpitis Hiperplastik KronisPulpitis hiperplastik kronis atau polip pulpa adalah suatu inflamasi pulpa produktif yang disebabkan oleh suatu pembukaan kronis luas pada pulpa muda. Gangguan ini ditandai oleh perkembangan jaringan granulasi, kadang-kadang tertutup oleh epithelium akan disebabkan karena iritasi tingkat rendah yang berlangsung lama.

4. Resorpsi internalSuatu proses idiopatik progresif resorptif yang lambat atau cepat yang timbul pada dentin kamar pulpa atau saluran akar gigi.

5. Degenerasi PulpaDegenerasi pulpa umumnya dijumpai pada gigi orangtua. Degenerasi dapat disebabkan oleh iritasi ringan yang persisten pada gigi orang muda, seperti pada degenerasi kalsifik pulpa bereaksi seccaraa. Tingkat awal degenerasi pulpa biasanya tidak menyebabkan gejala klinis nyata. Gigi tidak berubah warna dan pulpa secara normal terhadap tes listrik dan teermal, bila degenerasi pulpa berkembang, gigi mungkin berubah warna dan pulpa tidak bereaksi terhadap stimulasi.

a. Degenerasi kalsifikPada degenerasi kalsifik, sebagian jaringan pulpa digantikan oleh bahan mengapur; yaitu terbentuk batu pulpa atau dentikel. Kalsifikasi ini dapat terjadi baik di dalam kamar pulpa ataupun saluran akar, tapi umumnya dijumpai pada kamar pulpa. Diduga bahwa batu pulpa dijumpai pada lebih dari 60% dari gigi orang dewasa. Batu pulpa dianggap sebagai pengerasan yang tidak berbahaya meskipun rasa sakit yang menyebar.

b. Degenerasi AtrofikPada degenerasi atrofik yang diamati secara histopatologis pada pulpa orangtua, dijumpai lebih sedikit sel-sel stealat dan cairan interseluler meningkat. Yang disebut atrofik retikuler adalah suatu artifak dihasilkan oleh penundaan bahan fiksatif dalam mencapai pulpa.

c. Degenerasi fibrusDitandai oleh pergantian elemen seluler oleh jaringan penghubung fibrus. Pada pengambilan pada saluran akar, pulpa mempunyai penampilan khusus serabur keras.

d. Artifak PulpaPernah diperkirakan bahwa vakuolisasi odontoblas adalah suatu jenis degenerasi pulpa ditandai dengan ruang kosong yang sebelumnya diisi oleh odontoblas. Kemungkinan ini adalah suatu artifak yang disebabkan karena fiksasi jelek specimen jaringan.

e. Metastasis TumorMetastasis sel-sel tumor ke pulpa gigi jarang terjadi, kecuali mungkin pada tingkat akhir. Mekanisme terjadinya keterlibatan pulpa demikian pada kebanyakan kasus perluasan local langsung dari rahang.

6. Nekrosis PulpaNekrosis adalah matinya pulpa. Dapat sebagian atau seluruhnya. Nekrosis, meskipun suatu akibat inflamasi, dapat juga terjadi setelah injuri traumatic yang pulpanya rusak sebelum terjadi reaksi inflamasi.

Penyakit Periapikal1. Penyakit periradikular akutPenyakit ini adalah abses alveolar akut, termasuk eksaserbasi lesi kronnis dan periodontitis apical akut.

a. Abses Alveolar AkutSuatu kumpulan nanah yang terbatas pada tulang alveolar pada apeks akar gigi setelah kematian pulpa, dengan perluasan infeksi ke dalam jaringan periradikular melalui foramen apical. Abses akut adalah suatu kelanjutan proses penyakit yang mulai di pulpa dan berkembang ke jaringan periradikular, yang pada gilirannya bereaksi hebat terhadap infeksi.

b. Periodontitis Apikal AkutSuatu inflamasi periodonsium dengan rasa sakit sebagai akibat trauma, atau infeksi melalui saluran akar tanpa memperhatikan apakah pulpa vital atau nonvital.

2. Penyakit Periradikular Kronis dengan Daerah Rarefaksi

a. Abses Alveolar KronisSuatu infeksi tulang alveolar periradikular yang berjalan lama dan bertingkat rendah. Sumber infeksi terdapat di dalam saluran akar.

b. GranulomaSuatu pertumbuhan jaringan granulomatus yang berkembang dengan ligament periodontal disebabka oleh matinya pulpa dan difusi bakteri dan toksin bakteri dari saluran akar ke dalam jaringan periradikular di sekitarnya melalui foramen apical dan lateral.

c. Kista RadikularSuatu kavitas tertutup atau kantung yang bagian dalam dilapisi oleh epithelium dan pusatnya terisi cairan atau bahan semisolid.

Etiologi Penyakit Pulpa dan PeriapikalPenyakit Pulpa1. Pulpitis ReversibelTrauma, misalnyya dari suatu pukulan atau hubungan oklusal yang terganggu. Syok termal; seperti yang timbul pada waktu melakukan preparasi kavitas dengan bur tumpul, atau membiarkan bur terlalu lama berkontak dengan gigi atau karena panas yang berlebihan pada waktu memoles tumpatan; dehidrasi kavitas dengan alcohol, kloroform yang berlebihan ; penempatan tumpatan amalgam baru yang berkontak dengan atau beroklusi dengan suatu restorasi emas ; stimulus kimiawi, misalnya dari bahan makanan manis atau asam atau dari tumpatan silikat atau akrilik swa-polimerisasi, atau bakteri misalnya dari karies. Setelah insersi suatu restorasi, pasien sering mengeluh tentang sensitivitas ringan terhadap perubahan temperature, terutama dinguun. Sensitivitas ini dapat berlangsung 2-3 hari atau seminggu, atau bahkan lebih lama, tetapi berangsur-angsur akan hilang. Sensitivitas ini adalah gejala pupitis reversible.

2. Pulpitis IrreversibelKeterlibatan bacterial pulpa melalui karies, meskipun factor klinis, kimiawi, termal, atau mekanis, yang telah disebut sebagai penyakit pulpa, mungkin juga menyebabkan pulpitis. Sebagai yang dinyatakan sebelumnya, pulpitis reversible dapat memburuk menjadi pulpitis irreversible.

3. Pulpitis Hiperplastik KronisTerbukanya pulpa karena karies yang lambat dan progresif merupakan penyebabnya, untuk pengembangan pulpitis hiperplastik diperlukan suatu kavitas besar yang terbuka, pulpa muda yang resisten, dan stimulus tingkat rendah yang kronis. Irit