lecture of tf chapter 1[1].t

Download Lecture of TF Chapter 1[1].t

Post on 19-Oct-2015

26 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • PREFORMULATION TESTING( UJI PRAFORMULASI)TEKNOLOGI TABLET /KAPSUL/ GRANUL

  • Uji Praformulasi Bahan (zat aktif)1Pendahuluan / I ntroduction2Sifat organoleptis / Organoleptic Properties3Kemurnian/ Purity4 Ukuran ,bentuk dan luas permukaan partikel / Size, shape and area5Kelarutan / solubility6Disolusi (kecepatan melarut) / Dissolution7 Parameter absorpsi / Absorption parameter8 Sifat kristal dan polimorfisme / Crystal and polimorfisme9Stabilitas / Stability10Misc

  • 1. Pendahuluan / IntroductionPreformulasi adalah tahap pertama pengembangan sediaan obat yang rasional

    Definisi : suatu investigasi sifat fisik dan kimia obat dan obat-eksipien

  • Tujuan: Mengumpulkan informasi yg berguna bagi formulator untuk mengembangkan sediaan obat yang stabil dan bioavailabel sehingga dapat diproduksi

  • 2. Sifat Organoleptis Organoleptic Properties warna, bau dan rasa

    Obat mempunyai bau dan rasa yang khas

    Rasa dan bau obat dapat diatasi dengan penambahan pemberi rasa , pengisi atau dengan penyalutan.

    Untuk obat yang mengiritasi kulit harus diberi perhatian untuk memproteksi pegawai

  • 3. Kemurnian / PurityKetidakmurnian obat dapat mempengaruhi stabilitas

    Teknik uji kemurnian: KLT, KCKT , GC dan, analisis gravimetri

  • 4. Ukuran, Bentuk dan Luas Permukaan Partikel / Size, shape and area square Ukuran juga berperan : - homogenitas tablet akhir - stabilitas obat, serbuk halus relatif lebih mudah bereaksi dengan atmosfir (panas sinar,lembab

  • Teknik pengukuran partikel/ Measuring particle technic1. Microskopic 1 100 um2. Pengayakan>50 um3. Sedimentation> 1um4. Centrifugasion
  • 5. Kelarutan / SolubilityObat ( padat)> Obat (larut).> diabsorpsi di gastro intestinal (sistemik)

    Kecepatan melarut (disolusi) dipengaruhi :1. Kecepatan absorpsi 2. Perpanjangan absorpsi 3. Fungsi kelarutan obat dalam media disolusiKelarutan obat > 1 % b/v tidak bermasalah dalam proses disolusi

  • Kecepatan melarut (disolusi) dipengaruhi :1. Kecepatan absorpsi 2. Perpanjangan absorpsi 3. Fungsi kelarutan obat dalam media disolusiKelarutan obat > 1 % b/v tidak bermasalah dalam proses disolusi

  • Cara penetapan kelarutan / solubility testCara semi kuantitatif : memasukan sejumlah zat yang terlarut dalam jumlah kecil dalam volume tertentu dari pelarut, kemudian dikocok, disaring dan ditetapkan jumlah zat yang terlarut

  • Kelarutan obat dalam pH tertentu : tingkat ionisasi dan kelarutan obat yg bersifat asam atau basa tgt pH medium. Kelarutan jenuh obat pd pH tertentu adalah jumlah total kelarutan obat terionisasi dan tidak terionisasi

  • DISOLUSI INTRINSIK kecepatan disolusi obat itu sendiri (tanpa eksipien) diterangkan oleh persamaan Noyes-Nerst dc/dt= AD (Cs-C)/hv dc/dt= kecepatan disolusi D = Koefisien difusi C = konsentrasi zat terlarut h = ketebalan lapisan difusi v = volume media disolusi Cs = kon zat terlarut dalam lapisan difusi

  • Disolusi partikulat/ Particulate DissolutionDisolusi partikel dimana luas permukaan partikel tidak dijaga konstan, hanya sejumlah berat tertentu dari serbuk yang telah diayak dimasukan dalam medium disolusi

  • 7. Parameter yang mempengaruhi absorpsi obat1. Koefisien partisi2. Konstanta ionisasi3. Kemampuan penetrasi

    1. Koefisien partisi Membran bersifat lipoidal, kelarutan obat dalam lipid merupakan faktor penting dalam proses absorpsi

  • Cara penetapan kelarutan lipid relatif : menetapkan distribusi obat diantara air dan pelarut organik.

    relative solubility of drug is to determine of drug distribution between water and organic solvent

  • Rasio konsentrasi obat dalam air dan pelarut organik disebut koefisien partisi atau koefisien distribusi (pelarut organik yg digunakan kloroform, amil asetat, isopropil miristat, CCl4.)

  • Konstanta Ionisasi :

    Kebanyakan obat bersifat asam lemah dan basa lemah, kelarutan obat tgt pH medium bentuk yg tidak terionisasi lebih larut dalam lemak. Abs gi untuk asam lemah dan basa lemah berkaitan dgn obat yg tidak terionisasi.

  • Constanta of Ionization

    Most of drug is weak acid or base, solubility of drug is depend on pH media, The non ionization drug is more soluble in lipid compare to ionization drug.

  • Kemampuan penetrasi membran Potensi absorpsi obat melengkapi parameter fisik, perlu dilakukan experimen invitro menggunakan membran tikus pada uji praformulasi.

  • 8. Sifat kristal dan polimorfismeBeberapa substansi obat berada lebih dari 1 bentuk kristal yg berbeda susunannya dan disebut polimorfisme

    Polimorf = kristal dengan bentuk berbeda

  • Pseudopolimorf=solvat = bila polimorf menjerat pelarut dalam posisi kristalnya

    Bentuk polimorf yg berbeda berpengaruh terhadap sifat fisik obat : kelarutan, disolusi, bentuk kristal, sifat kompresibilitas, sifat alir dan kestabilan obat

  • Karakteristik kristal terhadap sifat padatan1. Terhadap bioavaibilitas, contoh profil disolusi intrinsik untuk bentuk kristal alfa dan beta klortetrasiklin menunjukkan hasil yang berbeda, bentuk beta menunjukkan bioavaibilitas yg lebih besar

  • 2. Terhadap stabilitas kimia, aztreonam memp 2 polimorf alfa dan beta, dlm kelembaban rh 75 %,suhu 37 C dibawah proses hidrolisis bentuk beta lebih stabil smp bbrp tahun, sedang bentuk alfa bertahan 6 bulan

  • 3. Terhadap sifat tablet, dua polimorf yg berbeda dari obat yg sama akan memberikan sifat morfologi yg berbeda dan akan berkaitan dengan daya alir dan daya kompresibilitas serbuk

  • 4. Terhadap stabilitas fisik, meskipun obat dlm dua atau lebih bentuk polimorf, hanya satu bentuk yang stabil secara farmakodinamik pd temp dan tekanan ttt. Bentuk lainnya akan berubah dgn perubahan waktu. Transformasi ini bisa berjalan lambat atau cepat. Untuk proses pembuatan tablet dianjurkan menggunakan bentuk metastabil. Transformasi polimorf ini dapat terjadi dalam proses grinding, granulasi, pengeringan, pencetakan

  • Teknik studi sifat kristal : mikroskop, ir, difraksi sinar X, thermal analisis dan dilatometri

  • 9. StabilitasUji stabilitas zat aktif untuk mengetahui eksipien yg akan digunakan, apakah OTT dengan obat dan memastikan tidak terjadi reaksi.Uji stabilitas untuk menetapkan tanggal kadaluarsa, identifikasiMacammacam stabilitas : stabilitas obat, obat-eksipien dan stabilitas obat dalam bentuk larutannya

  • Stabilitas Obat Beberapa uji stabilitas :

    1. studi dengan temperatur dipercepat ( 30, 40, 50 dan 60 C)

  • caranya : Sampel disimpan pada temp yg paling tinggi, perubahan fisik dan kimia diamati pd interval waktu tertentu, sebagai kontrol digunakan sampel pd temp -20 C dan 5 C. Bila tidak terjadi perubahan pd temp 60 C selama 30 hari mk stabilitas obat cukup baik. Untuk mengetahui kecepatan degradasi maka data perubahan pada setiap temperatur diplot dengan menggunakan rumus Archenius. Contoh degradasi vitamin C pada berbagai temperatur

  • 2. Stabilitas dibawah kelembaban tinggi, adanya kelembaban beberapa obat terhidrolisis. Caranya : padatan diekspos pd berbagai kelembaban

  • 3. Stabilitas fotolitik Stabilitas obat padatan dari pengaruh sinar sangat tergantung dari luas permukaan yg diekspos, prs degradasi yg disebabkan sinar sangat kecil

  • Cara uji : menggunakan chamber gelas atau kontainer opak, kmd zat diekspos dgn cahaya 400 dan 900 footcandles (Fc) kemudian diiluminasi selama 2 dan 4 minggu. Perubahan warna diukur dgn spektrofotometri. Cara membaca hasil : zat berubah setelah 5 minggu dibawah 900 Fc

  • 4. Stabilitas terhadap oksidasiUji ini diperlukan karena produk akhir akan dikemas dan kontak dengan udara terbuka. Uji stabilitas obat terhadap oksidasi ini dilakukan dibawah tekanan tinggi dan bagian yang terexpos oleh udara.

  • STABILITAS OBAT -EKSIPIENSTABILITAS OBAT- EKSIPIENPengetahuan interaksi obat-eksipien diperlukan formulator pada seleksi eksipien

    Studi interaksi eksipien dengan kromatografi, thermal analisis, spektrofotometri

  • 10. Misc dan sifat lainnyaParameter fisikokimia yg mempengaruhi proses manufakturing : densitas, higrokopisitas, daya alir, kompresibilitas dan kemampuan membasahi

    Densitas dari padatan akan mempengaruhi daya alir massa tablet

    Higrokopisitas padatan, akan mempengaruhi aliran dan kompresi serbuk, kekerasan tablet dan proses granulasi

  • Daya alir, aliran yang baik dari serbuk atau granul penting untuk memastikan efisiensi pencampuran dan keseragaman berat tablet. Bila pada praformulasi obat tidak punya daya alir maka harus dipilih eksipien yang cocok dengan kasus ini atau diproses dengan metode granulasi

  • Kompresibilitas,kemapuan campuran serbuk membentuk kekompakan dinyatakan dengan karakteristik kompresibilitas/kompatibilitas Kompresibilitas adalah kemapuan menurunkan volume serbuk di bawah tekanan tertentu. Kompatibilitas adalah kemampuan serbuk untuk dapat dikompresi menjadi tablet dengan kekuatan tertentu. Untuk mengecek uji ini dengan uji kekerasan

  • Daya membasahi, sediaan padatan akan mempengaruhi granulasi, penetrasi larutan disolusi ke dalam tablet dan granul dan adhesi material penyalut pada tablet.

  • Daya membasahi sering diterangkan sbg sudut kontak yang dapat diukur dengan menambahkan sejumlah liquid ke pada material, makin hidrofobik makin tinggi sudut kontaknya dan mempunyai harga > 90.