makalah konsentrasi larutan jadi

Download Makalah Konsentrasi Larutan Jadi

Post on 14-Oct-2015

525 views

Category:

Documents

68 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

KATA PENGANTAR

Dengan mengucap syukur kehadirat ALLAH SWT yang telah melimpahkan hidayah dan inayahnya sehingga penulis berhasil menyusun Tugas Makalah ini sebagai salah satu syarat yang untuk memenuhi Mata Kuliah Kimia Dasar 2Makalah ini disusun atas dasar kemampuan dan pengetahuan yang penulis miliki. Oleh karena itu penulis menyadari dengan sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Dengan segala kerendahan hati penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca sehingga makalah yang selanjutnya akan dapat disusun dengan lebih baik lagi. Penulis tentu sangat berharap makalah ini nantinya bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan masyarakat pada umumnya dalam bidang perkembangan ilmu pengetahuan.Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih atas semua bantuan yang telah diberikan oleh berbagai pihak sampai tersusunnya malah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua, Amin.

Bandung ,juni 2014

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR iDAFTAR ISI iiPENDAHUAN : Bab 1 2 Bab 2 (Tinjauan Pustaka) 2 BAB 2.1( Larutan)3 Bab 2.2 (konsentrasi Larutan )3 Bab 3 (pembahasan)4KESIMPULAN10DAFTAR PUSTAKA11

BAB IPENDAHULUAN

Reaksi kimia biasanya berlangsung antara dua campuran zat, bukannya antara dua zat murni. Satu tipe yang lazim dari campuran adalah larutan. Dalam alam kebanyakan reaksi berlangsung dalam larutan air. Cairan tubuh baik tumbuhan maupun hewan adalah larutan dalam air dari banyak zat . jelas reaksi di samudera, danau ,dan sungai melibatkan larutan. Dalam tanah reaksi utama berlangsung dalam lapisan-lapisan tipis larutan yang diadsorpsi pada padatan, bahkan dalam daerah gurun sekalipun.Kuantitas relatif suatu zat tertentu dalam suatu larutan disebut konsentrasi. Konsentrasi merupakan faktor penting dalam menentukan betapa cepatnya suatu reaksi berlangsung dan, dalam beberapa hal, dalam menentukan produkproduk apa yang terbentuk. Dalam bab selanjutnya kita akan menguraikan beberapa cara yang berguna dalam menyatakan konsentrasi.Oleh karena itu penulis ingin mengkaji lebih lanjut mengenai konsentrasi larutan dan mengetahui pengaruh konsentrasi terhadap kecepatan reaksi. Karena selesainya semua percobaan pada mata kuliah praktikum kimia dasar, maka metode yang penulis pergunakan adalah Study pusaka dan internet yaitu mengumpulkan data melalui buku-buku dan internet yang menunjang dan berkaitan langsung terhadap makalah yang ditulis.

BAB IITINJAUAN PUSTAKAII.1. LarutanLarutan didefinisikan sebagai campuran homogen antara dua atau lebih zat yang terdispersi baik sebagai molekul, atom maupun ion yang komposisinya dapat bervariasi. Larutan dapat berupa gas, cairan atau padatan. Larutan encer adalah larutan yang mengandung sejumlah kecil solute, relatif terhadap jumlah pelarut. Sedangkan larutan pekat adalah larutan yang mengandung sebagian besar solute. Solute adalah zat terlarut, sedangkan solvent (pelarut) adalah medium dalam mana solute terlarut (Baroroh, 2004).Pada umumnya zat yang digunakan sebagai pelarut adalah air, selain air yang berfungsi sebagai pelarut adalah alkohol amoniak, kloroform, benzena, minyak, asam asetat, akan tetapi kalau menggunakan air biasanya tidak disebutkan (Gunawan, 2004).Faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan yaitu temperatur, sifat pelarut, efek ion sejenis, efek ion berlainan, pH, hidrolisis, pengaruh kompleks dan lain-lain (Khopkar, 2003).II.2. Konsentrasi LarutanUntuk menyatakan komposisi larutan secara kuantitatif digunakan konsentrasi. Konsentrasi adalah perbandingan jumlah zat terlarut dan jumlah pelarut, dinyatakan dalam satuan volume (berat, mol) zat terlarut dalam sejumlah volume tertentu dari pelarut. Berdasarkan hal ini muncul satuan-satuan konsentrasi, yaitu fraksi mol, molaritas, molalitas, normalitas, ppm serta ditambah dengan persen massa dan persen volume (Baroroh, 2004).

BAB IIIPEMBAHASAN

A. Teori Dasar1. Pengertian Konsentrasi LarutanMenyebutkan komponen-komponen dalam larutan saja tidak cukup mengetahui larutan secara lengkap. Informasi tambahan diperlukan, yaitu konsentrasi larutan. Studi kuantitatif larutan mengharuskan kita untuk mengetahui konsentrasi larutan, yaitu banyaknya zat terlarut yang ada dalam sejumlah tertentu larutan. konsentrasi suatu larutan merujuk ke bobot atau volume zat terlarut yang berada dalam pelarut ataupun larutan yang banyaknya ditentukan.Konsentrasi adalah perbandingan jumlah zat terlarut dan jumlah pelarut, dinyatakan dalam satuan volume (berat, mol) zat terlarut dalam sejumlah volume tertentu dari pelarut. Kimiawan menggunakan beberapa satuan konsentrasi, masing-masing memiliki keuntungan dan keterbatasannya sendiri. Berdasarkan hal ini muncul satuan-satuan konsentrasi, yaitu fraksi mol, molaritas, molalitas, normalitas, ppm serta ditambah dengan persen massa dan persen volume.

2. Satuan-Satuan Konsentrasi1. Persen Berat (B/B)Bila menyatakan persen berat, persentase yang diberikan itu merujuk ke zat terlarut. Pernyataan 5,00 g NaCL per 100,0 g larutan berair mempunyai pengertian : larutan yang dibuat dari 5,00 g NaCL dan melarutkannya dalam 95,0 g H2O, yaitu massa air yang cukup untuk menghasilkan 100,0 gr larutan. larutan ini dapat dikatakan larutan 5% NaCL berdasar massa. Satuan konsentrasi ini, yang kuantitas terlarut dan larutannya diukur berdasar massa, juga dinamakan persen massa/massa atau %(massa/massa). Persen berat dapat didefinisikan dengan persamaan :

2. Persen Volume (V/V)konsentrasi suatu larutan dari dua cairan seringkali dinyatakan sebagai persentase volume. Apabila digunakan zat terlarut cair, pembuatan larutannya lebih mudah berdasar volume, misalnya melarutkan 5,00 ml etanol dalam volume air secukupnya untuk menghasilkan 100,0 ml larutan. Larutan etanol - air ini adalah 5,00 % etanol berdasar volume; atau,karena kedua kuantitas dinyatakan dalam satuan volume, dapat digunakan istilah persen volume/volume atau % (vol/vol).Persen volume dapat didefinisikan dengan persamaan :

3. Persen berat/volume (B/V)Masih ada kemungkinan lain yaitu campuran satuan massa dan volume. Misalnya, jika zat terlarut diukur berdasar massa dan kuantitas larutan berdasar volume, dapat digunakan istilah persen massa/volume atau % massa/volume.Persen berat/volume dapat didefinisikan dengan persamaan:

4. Normalitas (N)Normalitas dari suatu larutan adalah banyaknya ekuivalen zat terlarut per liter larutan. Konsentrasi larutan yang dinyatakan dalam normalitas digunakan dalan reaksi oksidasi-reduksi dan dalam asam-basa. Untuk menyatakan konsentrasi larutan dalam normalitas, haruslah pertama-tama diterangkan apa yang dimaksud dengan ekuivalen dan bobot ekuivalen. Bobot ekuivalen secara sederhana adalah zat yang ekuivalen satu sama lain dalam reaksi-reaksi kimia.Normalitas dapat didefinisikan dengan persamaan :

Atau ,Gram Zat Terlarut = Massa Ekivalen Liter Larutan KenormalanNormal (N) = M Valensi5. Molaritas (M)Molaritas suatu larutan ialah banyaknya mol zat terlarut per liter larutan.

Rumus molaritas :

Atau,Gram zat terlarut = Massa molekul liter larutan KemolaranMolar (M) = N Valensi

6. Molalitas (m)Molalitas adalah jumlah mol zat terlarut dalam 1000 gram pelarut.

Rumus molalitas :

atau,

7. Fraksi mol Satuan konsentrasi molaritas dan molalitas menyatakan jumlah terlarut dalam mol, tetapi kuantitas pelarut atau larutan dalam massa atau volume. Untuk menghubungkan sifat-sifat fisik larutan dengan konsentrasi larutan, kadan-kadang perlu digunakan satuan konsentrasi yang semua komponen larutannya dinyatakan berdasarkan mol. Hal ini dapat dilakukan melalui fraksi mol.Fraksi mol dapat didefinisikan dalam rumus :

8. Part Permillion (ppm)ppm = massa komponen larutan (g) per 1 juta g larutan. Untuk pelarut air : 1 ppm setara dengan 1 mg/liter.Rumus part permilion :1 bagian / 1.000.000 atau1 mg zat / 1 kg larutanAtau1 ml zat / 1 liter larutan1 mg zat / liter larutan

2 Beberapa Contoh Menghitung Konsentrasi Larutan1) hitung persen berat dari 45 gr NaOH yang terlarut dalam 95 gram Aquades.Jawab :

2) 32 ml Alkohol 70% ditambah dengan 90 ml aquades, maka hitunglah persen volume larutan tersebut.Jawab : 32 ml alkohol 75% = 75/10032 ml = 24 ml alkohol

= 19,67%3) Bila 5 gr NaOH dilarutkan dengan aquades hingga tepat 100 ml.tentukan persen berat/volumenya?Jawab:

= 5%4) Hitung kenormalan dari larutan yang mengandung 36,75 gr Asam Sulfat (H2SO4) Dalam 1,5 liter, diketahui BM atau Mr H2SO4 = 98Jawab: Massa ekivalen = 98/2 = 49

= 0.5 N5) 80 gram NaOH dilarutkan dan diencerkan dengan aquades menjadi 1 liter. Hitung kemolaran dari larutan tersebut.diketahui Mr NaOH = 40.Jawab :

= 2 mol

= 2 M6) Keadaan 500 ml air ( massa jenis air d = 1 gr/ml) dilarutkan 34,2 gr gula( C12H22O11 Mr = 342) hitung kemolalan larutan tersebut.Jawab :

= 0,2 m7) 2 gr NaOH terlarut dalam 200 gr, hitung fraksi mol zat dan pelarut.Jawab:Mol NaOH = 2/40 = 0,5 ( Mr NaOH = 40)Mol air = 200/18 = 11,11

8) Dalam 2 liter contoh air terdapat 4 mgr Fe, BJ air = 1 gr/ml hitunglah banyaknya Fe yyang terlarut di air ( dalam ppm).Jawab:

Berat 2 liter air = 2000 ml x 1 gr/ml = 2000 grFe = 4 mgr/2 kg = 2 ppmAtau :Fe = 4 mgr/2.000.000 mgr x 106 = 2 ppm

BAB IVPENUTUP

KesimpulanDari uraian pada bab terdahulu, maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut:1. Konsentrasi adalah perbandingan jumlah zat terlarut dan jumlah pelarut, dinyatakan dalam satuan volume (berat, mol) zat terlarut dalam sejumlah volume tertentu dari pelarut. 2. satuan-satuan konsentrasi, yaitu fraksi mol, molaritas, molalitas, normalitas, ppm serta ditambah dengan persen massa dan persen volume.3. Konsentrasi berpengaruh terhadap kecepatan reaksi.

DAFTAR PUST