makalah pengapian

Download Makalah Pengapian

Post on 11-Oct-2015

182 views

Category:

Documents

10 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Makalah Tentang Pengapian Motor

TRANSCRIPT

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kepada allah SWT atas limpahan rahmat dan karunianya. Sholawat beserta salamnya mari kita curah limpahkan kepada Nabi Muhammad S.A.W. Sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah hasil pembelajaran kuliah motor bakar, dengan judul SISTEM PENGAPIAN KENDARAAN yang merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan nilai US (Ujian Semester).Di dalam makalah ini tersusun beberapa informasi-informasi mengenai pengertian sistem pengapian , menfaat sistem pengapian dan tentang permasalahan-permasalahan sistem pengapian serta cara-cara mengatasi permasalahan-permasalahan sistem pengapian.Dalam pengerjaan makalah ini tim Penyusun menyadari bahwa masih jauh dari kesempurnaan, oleh sebab itu dengan hati yang terbuka, Penyusun mengharapkan kritik serta saran yang membangun guna kesempurnaan makalah ini.Wassalamualaikum Wr,Wb.

Semarang, 27 Juli 2012

Penyusun

DAFTAR ISI

Kata Pengantar .......................................................................................................1Daftar isi .................................................................................................................2BAB I .Pendahuluan................................................................................................3Latar belakang..........................................................................................................3Tujuan .................................................................................................................... 3BAB II .....................................................................................................................4Pembahasan .............................................................................................................4Pengertian ................................................................................................................4Fungsi sistem pengapian.......................................................................................... 4Cara kerja sistem pengapian ....................................................................................4Nama komponen sistem pengapian .........................................................................7Pemeliharaan ...........................................................................................................18Gangguan sistem pengapian.................................................................................... 24BAB III ...................................................................................................................26Penutup ....................................................................................................................26Kesimpulan ............................................................................................................. 26Saran ....................................................................................................................... 26Daftar pustaka ..........................................................................................................27

BAB I.PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Seiring berjalanya waktu ,di era saat ini Perkembangan dunia Otomotif mengalami perkembangan yang begitu cepat,dan hal yang paling menonjol perkembangannya adalah bagian sistem yang berkaitan dengan kelistrikan.Hal ini terjadi karena bagian ini mudah untuk dilakukan inovasi.Namun kemudhan ini bukan berarti bahwa mempelajari sistem ini mudah ,tapi justru sebaliknya .Karena kelistrikan itu sesuatu yang tidak terlihat,sehingga dalam mempelajarinya memerlukan riset terlebih dahulu,dan jika tidak melakukan riset setidaknya pernah melakukan uji coba sederhana. Seorang sarjana teknik mesin,harus memilik kemampuan dibidang ini. Karena mereka kedepannya merupakan calon calon pendidik dan bahkan tidak menutup kemungkinan akan bekerja di perusahaan perusahaan otomotif.dan apabila kemampuan ini tidak dimliki maka kita akan tersingkirkan oleh lulusan-lulusan perguruan tinggi yang lain.Dalam makalah ini akan dibahas mengenai sistem pengapian,dimana sistem ini merupakan sistem yang sangat penting ,karena tanpa sistem ini mobil tidak akan dapat bergerak.Mobil bergerak karena ada proses pembakaran, pembakaran terjadi karena ada suatu sistem yang membuat terjadinya proses pembakaran,dan sistem tersebut adalah sistem pengapian .

1.2.TujuanTujuan dibuatnya makalah ini adalah:Memenuhi tugas mata kuliah motor bakarAwal pembelajaran mengenai dunia otomotif,karena tidak semua mahasiswa kelas otomotif mengetahui mengenai dunia otomotif, Pembelajaran bagi penulis dalam menuangkan gagasan atau ilmu yang dikuasi dalam bentuk tulisan.

BAB II.PEMBAHASAN

2.1.Pengertian

Ada tiga sarat suatu pembakaran dapat terjadi yakni ada bahan bakar,udara dan ada api.Api dalam pembakaran tidak mungkin muncul dengan begitu saja,pasti ada sebab kemunculannya.Untuk memunculkan api ini maka perlu dibuat suatu sistem yang disebut sistem pengapian.Jadi sistem pengapian adalah suatu sistem yang terdiri dari berbagai komponen yang memilki fungsi yang berbeda yang dirangkai sedemikian rupa sehinga menjadi memiliki satu fungsi yakni memercikan bunga api.

2.2.Fungsi Sistem Pengapian

Sistem pengapian pada motor bensin berfungsi mengatur proses pembakaran campuran bensin dan udara di dalam silinder sesuai waktu yang sudah ditentukan yaitu pada akhir langkah kompresi. Permulaan pembakaran diperlukan karena, pada motor bensin pembakaran tidak bisa terjadi dengan sendirinya. Pembakaran campuran bensin-udara yang dikompresikan terjadi di dalam silinder setelah busi memercikkan bunga api, sehingga diperoleh tenaga akibat pemuaian gas (eksplosif) hasil pembakaran, mendorong piston ke TMB menjadi langkah usaha .Sedangkan pada motor diesel udara dikompresikan dengan tekanan yang tinggi sehingga menjadi sangat panas, dan bila bahan bakar disemprotkan ke dalam selinder akan terbakar. Agar busi dapat memercikkan bunga api, maka diperlukan suatu sistem yang bekerja secara akurat. Sistem pengapian terdiri dari berbagai komponen, yang bekerja bersama-sama dalam waktu yang sangat cepat dan singkat

2.3. CARA KERJA SISTEM PENGAPIAN Agar sistem pengapian bisa berfungsi secara optimal, makasistem pengapian harus memiliki kriteria seperti di bawah ini:1. Percikan Bunga Api Harus KuatPada saat campuran bensin-udara dikompresi di dalam silinder, maka kesulitan utama yang terjadi adalah bunga api meloncat di antara celah elektroda busi sangat sulit, hal ini disebabkan udara merupakan tahanan listrik dan tahanannya akan naik pada saat dikompresikan. Tegangan listrik yang diperlukan harus cukup tinggi, sehingga dapat membangkitkan bunga api yang kuat di antara celah elektroda busi Terjadinya percikan bunga api yang kuat antara lain dipengaruhi oleh pembentukan tegangan induksi yang dihasilkan oleh sistem pengapian. Semakin tinggi tegangan yang dihasilkan, maka bunga api yang dihasilkan bisa semakin kuat. Namun secara garis besar agar diperoleh tegangan induksi yang baik dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut ini:a. Pemakaian koil pengapian yang sesuaib. Pemakaian kondensor yang tepatc. Penyetelan saat pengapian yang sesuaid. Penyetelan celah busi yang tepate. Pemakaian tingkat panas busi yang tepatf. Pemakaian kabel tegangan yang tepat 2. Saat Pengapian Harus TepatUntuk memperoleh pembakaran, maka campuran bensin-udara yang paling tepat, maka saat pengapian harus sesuai dan tidak statis pada titik tertentu, saat pengapian harus dapat berubah mengikuti berbagai perubahan kondisi operasional mesin.

Saat Pengapian (Ignition Timing) Saat pengapian dari campuran bensin dan udara adalah saat terjadinya percikan bunga api busi beberapa derajat sebelum Titik Mati Atas (TMA) pada akhir langkah kompresi. Saat terjadinya percikan waktunya harus ditentukan dengan tepat supaya dapat membakardengan sempurna campuran bensin dan udara agar dicapai energi maksimum

. Gambar Batas TMA dan TMB piston

Setelah campuran bahan bakar dibakar oleh bunga api, maka diperlukan waktu tertentu bagi api untuk merambat di dalam ruangan bakar. Oleh sebab itu akan terjadi sedikit keterlambatan antara awal pembakaran dengan pencapaian tekanan pembakaran maksimum. Dengan demikian, agar diperoleh output maksimum pada engine dengan tekanan pembakaran mencapai titik tertinggi (sekitar 100 setelah TMA), periode perambatan api harus diperhitungkan pada saat menentukan saat pengapian (ignition timing). Karena diperlukannya waktu untuk perambatan api, maka campuran bahan bakar udara harus sudah dibakar sebelum TMA. Saat mulai terjadinya pembakaran campuran bahan bakar dan udara tersebut disebut dengan saat pengapian (ignition timing). Agar saat pengapian dapat disesuaikan dengan kecepatan, beban mesin dan lainnya diperlukan peralatan untuk merubah (memajukan atau memundurkan) saat pengapian. Salah satu diantaranya adalah dengan menggunakan vacuum advancer dan governor advancer untuk pengapian konvensional. Dalam sepeda motor biasanya disebut dengan unit pengatur saat pengapian otomatis atau ATU (Automatic Timing Unit). ATU akan mengatur pemajuan saat pengapian. Pada sepeda motor dengan sistem pengapian konvensional (menggunakan platina) ATU diatur secara mekanik sedangkan pada sistem pengapian elektronik ATU diatur secaraElektronik.

3. Sistem Pengapian Harus Kuat dan TahanSisem pengapian harus kuat dan tahan terhadap perubahan yang terjadi setiap saat pada ruang mesin atau perubahan kondisi operasional kendaraan; harus tahan terhadap getaran, panas, atau tahan terhadap tegangan tinggi yang dibangkitkan oleh sistem pengapian itu sendiri. Komponen-komponen sistem pengapian seperti koil pengapian, kondensor, kabel busi (kabel tegangan tinggi) dan busi harus dibuat sedemikan rupa sehingga tahan pada berbagai kondisi. Misalnya dengan naiknya suhu di sekitar mesin, busi harus tetap tahan (tidak meleleh) agar bisa ter