Pertemuan 2.ppt

Download Pertemuan 2.ppt

Post on 05-Oct-2015

30 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<ul><li><p>PUBLIC SPEAKINGPertemuan 2</p></li><li><p>PendahuluanBuku Materi Pokok: Public Speaking Edisi 1; Djoenaesih S. Soenarjo &amp; Rajiyem; Universitas Terbuka- Pertemuan 1: Sejarah dan Perkembanga Retorika- Pertemuan 2: Proses dan Komponen dalam Komunikasi- Pertemuan 3: Teori Komunikasi dalam Public Speaking- Pertemuan 4: Media Massa- Pertemuan 5: Khayalak Public Speaking &amp; Persiapan Presentasi- Pertemuan 6: Alat Bantu Presentasi- Pertemuan 7: Penulisan Naskah Presentasi- Pertemuan 8: Evaluasi Public SpeakingMetode Pembelajaran : Tutorial Online dan Tatap MukaKomponen Penilaian :Tugas 1, 2, 3Partisipasi (Keaktifan)</p></li><li><p>PROSES DAN KOMPONEN KOMUNIKASIPROSES DAN KOMPONEN KOMUNIKASIPengertian KomunikasiBehavioristik: Perspektif ini datang dari ilmu jiwa yang menekankan hubungan antara rangsangan yang dibuat seseorang dengan respons dari orang lain terhadapnya.Transmisi Informasi: Komunikasi merupakan transfer informasi dari suatu pihak yang berperan kepada penerima pesan.Interaksi: Seorang pengirim dan penerima pesan saling merespons.Transaksi: Komunikasi merupakan pengalaman, dimana pesertanya ambil bagian secara aktif.</p></li><li><p>Pengertian KomunikasiMenurut:</p><p>Everett M. Rogers: (a) Komunikasi adalah proses di mana suatu ide dialihkan dari sumber kepada penerima dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka. (b) Komunikasi antarpribadi merupakan komunikasi dari mulut ke mulut yang terjadi dalam interaksi tatap muka antara beberapa pribadi.</p><p>Carl I. Hovland: Proses dimana individu (komunikator) mengoperkan rangsangan (biasanya berupa simbol verbal) untuk mengubah tingkah laku individu lain.</p><p>Lawrence Kincaid: Proses saling membagi dan menggunakan informasi secara bersama dan bertahan antara peserta.</p><p>Myers &amp; Myers: Komunikasi memungkinkan seseorang mengkoordinasikan suatu kegiatan kepada orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Komunikasi mengandung arti suatu proses transaksional.</p><p>Charles C. Cooley: Mekanisme mengadakan hubungan antarmanusia dan mengembangkan semua lambang dari pikiran bersama dengan arti yang menyertainya melalui keleluasaan serta tepat pada waktunya.</p></li><li><p>Wilbur Schramm: (a) Komunikasi ialah suatu usaha untuk mengadakan persamaan dengan orang lain, (b) komunikasi akan berhasil jika pesan yang disampaikan oleh komunikator sesuai dengan kerangka acuan (frame of reference), yanki paduan dan pengertian (collection of experiences and meanings) yang pernah diperoleh manusia, (c) proses penyamapaian dan penerimaan informasi dari komunikator kepada komunikan dan sebaliknya informasi dapat berupa ide-ide, gagasan maupun hal-hal yang mengandung arti, (d) diantara manusia yang bergaul, mereka saling berbagi informasi, gagasan dan sikap.</p><p>Joseph A. DeVito: (a)Komunikologi atau ilmu komunikasi terutama adalah komunikasi oleh dan diantara manusia, (b) Komunikasi antara pribadi merupakan pengiriman pesan-pesan dari seseorang dan diterima oleh orang lain atau sekelompok orang dengan efek dan umpan balik langsung.</p><p>Anwar Arifin: Komunikasi adalah suatu proses sosial, yaitu sesuatu yang berlangsung atau berjalan antarmanusia.</p><p>Harold Laswell: Cara terbaik untuk menjelaskan komunikasi adalah menjawab pertanyaan who says what in which channel to whom with what effect.</p><p>Ray Bridwhistell: Memperkenalkan istilah kinesis yang membantu menjelaskan perilaku komunikasi nonverbal dalam studi antar manusia.</p></li><li><p>B. Pengertian dan Komponen KomunikasiProses berarti sesuatu yang sedang berlangsung. Proses merupakan perubahan atau serangkaian tindakan serta peristiwa selama beberapa waktu dan menuju pada suatu hasil tertentu.</p><p>Proses komunikasi: setiap langkah mulai dari saat menciptakan informasi sampai sat informasi tersebut dipahami.</p><p>Dalam proses komunikasi terdapat komponen komunikasi yang memungkinkan proses tersebut berlangsung. Komponen-komponen komunikasi menurut:Wilbur Schramm:Source, message, destinantion, kemudian ketiga komponen tersebut dikembangkan menjadi source encoder signal decoder destinaiton</p><p>Kondisi yang harus dipenuhi agar pesan memunculkan tanggapan yang dikehendaki: (1) dapat menarik perhatian komunikan, (2)tanda-tanda yang digunakan harus dapat dimengerti oleh komunikator dan komunikan, (3) membangkitkan kebutuhan pribadi komunikan dan menyarankan cara untuk memperolehnya, (4) cara yang disarankan tersebut harus layak bagi situasi komunikan.</p></li><li><p>Harold D. Lasswell: Who, says what, in which channel, to whom, with what effect</p><p>Lee Thayer: Who says (or not say), what, to whom, when, in what manner, under what circumstances, with what effect</p><p>Bert E. Bradley: Sumber (Komunikator), pesan, media yang digunakan, penerima, hambatan, feedback (external feedback, internal feedback, direct feedback, indirect feedback, inferential feedback, zero feedback, negative feedback, positive feedback, neutral feedback), situasi.</p><p>C. Efektivitas Komunikasi</p><p>Komunikasi yang kita lakukan akan berhasil atau efektif jika memnuhi faktor-faktor berikut:</p><p>1.Komunikator (pengirim pesan). Merupakan sumber pengirim pesan. Kepercayaan penerima pesan pada komunikator dan keterampilan dalam melakukan komunikasi menentukan keberhasilan komunikasi.</p></li><li><p>Pesan yang disampaikan: (a) daya tarik pesan, (b) sesai kebutuhan penerima pesan, (c) lingkup pengalaman yang sama (area of shared experience) antara pengirim dan penerima pesan, (d) memenuhi kebutuhan penerima pesan</p><p>Komunikan (penerima pesan): (a) kemampuan komunikan menerima pesan (b) komunikan sadar pesan tersebut memenuhi kebutuhannya, (c) perhatian komunikan terhadap pesan</p><p>Konteks: komunikasi berlangsung dalam setting atau lingkungan tertentu yang kondusif (nyaman, menyenangkan, aman, menantang).</p><p>Sistem Penyampaian: berkaitan dengan metode dan media harus disesuaikan dengan berbagai jenis indera penerima pesan yang memiliki kondisi yang berbeda-beda.</p></li><li><p>TEORI-TEORI KOMUNIKASIPengertian TeoriTeori adalah himpunan konstruk (konsep), definisi, dan proposisi yang mengemukakan pandangan sistematis tentang gejala dengan menjabarkan relasi diantara variabel untuk menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut (Kerlinger)</p><p>B. Teori-teori KomunikasiTeori komunikasi adalah rangkaian konsep komunikasi. Teori komunikasi berdasarkan jenis komunikasinya dibedakan atas beberapa hal berikut:Teori komunikasi antarpribadi:Teori Self-disclosure, oleh Joseph Luft: menekankan bahwa setiap orang bisa mengetahui dan tidak mengetahui tentang dirinya maupun orang lain.Teori atribusi, oleh Heider dan Kelley: mengatakan bahwa kita harus melihat penyebab seseorang berperilaku tertentu.Teori penetrasi sosial, oleh Altman dan Taylor: terdapat susupan sosial dalam hubungan antarpribadi yang melewait proses, terus berjalan, berubah dalam berbagai gejala-gejala perilaku yang ditunjukkannya.</p></li><li><p>d. Teori Pandangan Proses, oleh Duck &amp; Sants: kualitas dan keaslian dari suatu hubungan antarpribadi dapat diramalkan dari pengetahuan yang dimiliki oleh pasangan komunikasi kita. Kondisi ini berjalan melalui proses yang membentuk suatu pandangan dalam hubungan diantara kita semakin bermutu.</p><p>e. Teori Perspektif Pertukaran Sosial, oleh Thiltbault &amp; Kelley: hubungan antarpribadi bisa diteruskan dan juga dapat dihentikan.</p><p>Teori-teori Komunikasi Massa:a. Pendekatan Fungsional Struktural: permasalahan yang terjadi pada media massa merupakan produk atau hasil dari permasalahan sistem sosial politik yang ada. Menurut Mcquail, operasionalisasi fungsi dan tujuan media massa di suatu negara ditentukan oleh beberapa pihak atau unsur.</p><p>b. Teori Norma Budaya: Media massa menyajikan tema-tema tentang norma budaya untuk mempengaruhi perilaku</p><p>c. Teori Belajar Sosial: Media massa sebagai tandingan terhadap proses belajar secara tradisional</p><p>d. Teori atau sistem media massa otoritas: teori ini sering dianut oleh masyarakat prademokrasi atau rezim otoriter sebagai sistem yang mengatur media massanya. Ciri-cirinya: (1) Media tidak boleh melakukan hal-hal yang dapat merusak atau mengganggu wewenang yang berlaku, (2) Media harus tunduk pada pemegang otoritas kekuasaan.</p></li><li><p>e. Teori atau sistem media massa bebas: muncul pada abad ke-17 sebagai reaksi atas kontrol penguasa terhadap pers. Kini meluas di berbagai negara diseluruh dunia terutama yang menganut sistem demokrasi liberal. Prinsip teori ini: (1) Publikasi harus bebas dari setiap upaya penyensoran oleh pihak ketiga, (2) Kegiatan penerbitan dan pendistribusiannya harus terbuka bagi setiap orang dan kelompok.</p><p>f. Teori atau sistem media massa tanggung jawab sosial: Berasal dari gagasan orang Amerika didasarkan pada pertimbangan bahwa sistem pasar bebas, kenyataanyya telah gagal untuk memenuhi tujuan kebebasan pers dan tidak mampu melindungi kepentingan masyarakat banyak.</p><p>g. Teori atau sistem media massa Soviet: Berlaku di Rusia pada masa lalu. Prinsip-prinsipnya: (1) Media harus melayani kepentingan dari dan berada dalam kontrol kelas pekerja, (2) Kalangan swasta tidak dibenarkan memiliki media.</p><p>h. Teori atau Sitem Media Massa Pembangunan: Muncul di tahun 1960an dan menjadi model di banyak negara berkembang di Asia, Afrika dan Amerika Latin. Prinsipnya: (1)Media seyogianya menerima dan melaksanakan tugas-tugas positif pembangunan sesuai dengan kebijaksanaan nasional yang diterapkan, (2) Kebebasan media perlu dibatasi sesuai dengan prioritas ekonomi dan kebutuhan masyarakat akan pembangunan.</p><p>i. Teori atau sistem media massa demokrasi partisipan: muncul dan berkembang belakangan dan diterapkan di negara-negara dengan paham liberal. Fokus pada pemberdayaan masyarakat secara lebih egaliter.</p></li><li><p>3. Teori-teori dalam komunikasi kelompoka. Teori Keseimbangan, oleh Heider: (1) Menerangkan bagaimana individu-individu sebagai bagian dari struktur sosial, cenderung menjalin hubungan satu sama lain, (2) Berhubungan dengan perasaan suka dan tidak suka antara individu satu dengan yang lain.</p><p>b. Sistem A-B-X, dari New Comb: Menitikberatkan pada pola hubungan yang terdapat diantara dua individu (A+B) dalam satu interaksi dengan satu objek (X) yang mempengaruhi interaksi mereka.</p><p>c. Teori perbandingan sosial, oleh Festinger: Munculnya komunikasi kelompok karena adanya kebutuhan individu-individu untuk membandingkan pendapat, sikap, keyakinan, dan kemampuan mereka dengan orang lain. Menjelaskan mengapa komunikasi antar anggota kelompok meningkat atau menurun.</p><p>d. Sistem internal dan eksternal, oleh Homans: Struktur kelompok kecil terdiri dari kegiatan (tindakan-tindakan), interaksi (saling ketergantungan dan saling menanggapi dan bertingkah laku) dan perasaan (suka dan tidak suka).</p><p>e. Teori Akomodasi, oleh Howard Giles: komunikator melakukan peniruan perilaku pihak yang diajak berkomunikasi demi kesuksesan komunikasi tersebut.f. Teori Action Assembly, oleh John Greene: </p></li><li><p>f. Teori Action Assembly, oleh John Greene: Setiap individu memiliki isi dan pengetahuan prosedural bahwa individu tahu tentang sesuatu dan memahami bagaimana melakukannya.</p><p>g. Teori Konstruktivisme, oleh George Kelley: Individu menginterpretasikan pesan dan bertindak berdasar kategori yang terkonsep dalam pikiran. Realitas yang terjadi, pesan yang disampaikan tidak sedemikian adanya, tetapi melalui proses seleksi dari perspektif individu. Melalui pengklasifikasian, individu akan memberikan makna pada pengalamannya.</p><p>h. Teori Compliance gaining, oleh Marwell: Tujuan komunikasi adalah agar orang lain mau melakukan suatu hal tertentu dan dia tidak bertindak untuk mendapatkan sesuatu dari orang lain tersebut.</p></li><li><p>MODEL-MODEL KOMUNIKASIPengertian ModelModel secara sederhana adalah gambaran yang dirancang untuk mewakili kenyataan atau realitas. Sebagai replika dari fenomena yang hendak dijelaskan.</p><p>Klasifikasi ModelAda beberapa pengklasifikasian model berdasarkan pengungkapannya: (a) model fisik, (b) model teoritis, (c) model mekanis, (d) model interaksionismeModel menurut fungsinya: (a) Model deskriptif, (b) Model prediktif, (c) Model normatif.Model menurut strukturnya: (a) Model ikonis, (b) Model analogis, (c) Model simbolisModel menurut rujukan waktunya: (a) Model statis, (b) Model dinamis</p></li><li><p>C. Model-model Komunikasi</p><p>Model Komunikasi merupakan penggambaran teori komunikasi secara nyata. Berikut adalah model-model komunikasi:</p><p>Model Komunikasi Satu Tingkat (Satu Tahap)</p><p>Model yang menggambarkan bahwa suatu pesan hanya timbul melalui suatu media, namun pesan itu tidak berkembang lebih jauh lagi. Pesan tersebut hanya diterima oleh pemuka pendapat. Model ini menyiratkan bahwa:a. Media tidak memiliki kekuatan yang hebat dan menyeluruhb. Aspek pilihan dari penampilan, penerimaan, dan daya ingat yang selektif mempengaruhi pesanc. Untuk setiap komunikan terjadi efek (feedback) yang berbeda.KomunikatorPemuka Pendapat</p></li><li><p>2. Model Komunikasi Dua Tingkat (Dua Tahap)Model yang menyampaikan pesan dengan dua tahap. Tahap pertama adalah sumbernya, yakni komunikator kepada para pemuka pendapat. Tahap kedua dari para pemuka pendapat tadi kepada pengikutnya yang juga mencakup penyebaran pengaruh.</p><p>Katz dan Lazarsfeld mengembangkan bentuk komunikasi ini sebagai pengaruh dari hubungan personal dan media massa. Penyajian model ini adalah sebagai berikut:</p><p>KomunikatorPemuka PendapatPengikutPengikut</p></li><li><p>Asumsi dasar model ini adalah sebagai berikut:Individu tidak terisolasi secara sosial, tetapi individu tersebut menjadi anggota kelompok sosial yang berinteraksi dengan orang lain.Respons dan reaksi individu terhadap pesan media terjadi secara tidak langsung dan tidak segera, tetapi yang diantarai oleh pengaruh hubungan sosial.Dua proses respons terjadi, yaitu pertama respons berbentuk perhatian dan peneriamaan, sedang respons kedua adalah penolakan informasi yang masuk.Ada perbedaan peranan yang dijalankan oleh individu dalam menghadapi pesan media. Yang berperan aktif akan menjadi opinion leader dan pemandu bagi individu lain.</p></li><li><p>3. Model Komunikasi Banyak Tahap (Multitahap)Suatu pesan yang mula-mula timbul dari media massa, setelah diterima oleh pemuka pendapat, kemudian disampaikan kepada penduduk dan oleh penduduk diteruskan kepada anggota keluarga, dan pada gilirannya dilanjutkan kepada tetangga atau teman.</p><p>D. Model Komunikasi Linear</p><p>Model Dasar Formula LasswellModel komunikasi ini menjawab pertanyaan berikut: :Who says what in which channel to whom with what effect? Model ini dapat digunakan untuk menganalisis isi pesan, analisis media, analisis audiens, dan analisis efek pesan.</p></li><li><p>FORMULA LASSWELL:</p><p>2. Model Shannon dan WeaverModel ini merupakan matematika yang bersifat satu tahap dan linear. Asumsi model ini beranjak dari pertanyaan-pertanyaan berikut: Media komunikasi seperti apa yang dapat dilalui oleh sinyal dengan maksimum? Berapa banyak sinual yang terganggu ketika dikirim dari pengirim kepada penerima?</p><p>Penjelasan: Sumber informasi memproduksi pesan, pesan ini disampaikan ke penerima dalam bentuk sinyal oleh pengirim dalam rangka mencapai suatu tujuan, kemudian dibentuk ulang atau dipersepsi oleh komunikan. Jika pesan yang dikirim terlalu banyak maka dimungkinkan terjadi banyak gangguan (noise)</p></li><li><p>3. Model DeFleurDalam proses komunikasi, makna sebagai pesan dikirim melalui media sebagai informasi, kemudian disandi balik oleh komunikan sebagai pesan lagi. Hubungan antara keduany...</p></li></ul>