proposal penelitian badak vidi

Download Proposal Penelitian Badak Vidi

Post on 05-Oct-2015

74 views

Category:

Documents

8 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

contoh proposal penelitian

TRANSCRIPT

  • PROPOSAL PENELITIAN

    ANATOMI TEGKORAK

    BADAK JAWA (RhinocerOs sondaicus)

    VIDI SAPUTRA

    B04110133

    FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN

    INSTITUT PERTANIAN BOGOR

    BOGOR

    2015

  • 2

    LEMBAR PENGESAHAN

    Judul : ANATOMI TENGKORAK

    BADAK JAWA (RhinocerOs sondaicus)

    Nama : VIDI SAPUTRA

    NRP : B04110133

    Program Studi : Kedokteran Hewan

    Disetujui,

    Pembimbing I

    Dr. Drh. Nurhidayat, MS, PAvet

    NIP. 19630721 198803 1 002

    Diketahui,

    Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Hewan

    Institut Pertanian Bogor

    Drh. Agus Setiyono, MS, PhD, APVet

    NIP. 19630810 198803 1 004

  • 3

    Kata Pengantar

    Syukur alhamdulillah penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas

    limpahan rahmat dan hidayahnya sehingga propOsal penelitian yang berjudul

    Anatomi Tengkorak Badak Jawa (RhinocerOs sondaicus) dapat terselesaikan

    dengan baik. Studi tentang topik ini dilakukan dengan bantuan dari Laboratorium

    Anatomi, Bagian Anatomi Histologi dan Embriologi, Departemen Anatomi

    Fisiologi dan Farmakologi Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor.

    Saat ini belum banyak studi yang dilakukan mengenai perkembangan pada

    satwaliar. Salah satunya adalah studi mengenai perkembanan tulang pada Badak.

    Terutama karena keberadaannya yang saat ini semakin berkurang di alam liar.

    Sehingga diperlukan studi untuk mempelajari struktur anatomi dari tenkorak

    badak yang berguna dalam kegiatan konservasi badak di alam liar.

    Penelitian ini dikerjakan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan IPB

    mulai di Laboratorium Riset Anatomi, Bagian Anatomi, Histologi dan

    Embriologi, Departemen Anatomi, Fisiologi, dan Farmakologi Fakultas

    Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor. PropOsal penelitian ini disusun

    dalam rangka kerja awal untuk melakukan penelitian yang nantinya digunakan

    untuk penyusunan skripsi sebagai syarat untuk memperoleh gelar sarjana di

    Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor.

    Penulis menyadari penulisan propOsal penelitian ini masih jauh dari

    sempurna, sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun,

    terima kasih.

    Bogor,

    Penulis

    Vidi Saputra

  • 4

    DAFTAR ISI

    Halaman

    KATA PENGANTAR ................................................................................... 3

    DAFTAR ISI ....................................................................................................4

    BAB I PENDAHULUAN .................................................................................5

    1.1 Latar Belakang .................................................................................5

    1.2 Tujuan .............................................................................................6

    1.3 Manfaat ...........................................................................................6

    BAB II TINJAUAN PUSTAKA .......................................................................6

    2.1 Ordo Periossdactyla .........................................................................6

    2.1.1 Klasifikasi ...................................................................................6

    2.1.2 Morfologi dan Tingkah Laku .......................................................7

    2.1.3 Status Konservasi .......................................................................8

    2.1.4 Habitat dan Penyebaran Geografis ..............................................9

    2.2 Anatomi Skelet Kepala .....................................................................9

    BAB III METODOLOGI PENELITIAN ......................................................... 20

    3.1 Waktu dan Tempat ......................................................................... 20

    3.2 Alat dan Bahan Penelitian .............................................................. 20

    3.3 Metode Penelitian ........................................................................... 20

    Daftar Pustaka ................................................................................................. 21

  • 5

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Bulan maret tahun 2014, ditemukan badak jawa mati di habitat

    terakhirnya, taman nasional ujung kulon. Sebelumnya tahun 2012 dan 2013 juga

    ditemukan kerangka badak jawa yang mati di habitatnya. Total tiga kematian

    dalam tiga tahun terakhir menjadi angka yang sangat besar dilihat dari jumlah

    total badak jawa di dunia yang kurang dari 60 ekor, ditambah lagi penyebab

    kematian yang belum dapat dipastikan secara empiris. Sejak tahun 1900-an

    Taman Nasional Ujung Kulon telah mengklaim daerah tersebut bebas dari

    perburuan badak, namun bukan berarti ancaman kematian semakin berkurang.

    Bencana alam, penyempitan habitat, inbreeding, serta penyakit yang berasal dari

    ternak dan manusia bisa menjadi faktor pengancam kelestarian populasi badak

    jawa. Maka dari itu, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang badak jawa

    sebagai upaya konservasi berkelanjutan. Spesimen yang digunakan dalam

    penelitian ini merupakan kerangka tengkorak badak jawa yang mati pada tahun

    2014. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu acuan struktur anatomi

    kerangka kepala badak jawa dan dapat berguna dalam upaya konservasi badak

    jawa.

    Status konservasi badak jawa saat ini adalah, termasuk kategori terancam

    punah (critically endangered) dalam daftar merah berdasarkan International

    Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN 2008), terdaftar

    dalam apendiks I CITES sebagai satwa yan tidak boleh diperdagangkan, dan

    dilindungi oleh pemerintah Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah No.7

    Tahun 1999 tentang pengawetan tumbuhan dan Satwa Liar (PPRI 1999)

    Badak jawa merupakan satwa herbivora primitive dimana pars

    splanchnocranii-nya lebih berkembang dari pars neuro cranii. Badak jawa

    merupakan herbivora tipe browser dimana dibutuhkan rahang yang kuat untuk

    menggunting pangkal batang pohon. Berdasarkan observasi perilaku yang

    dilakukan denan kamera trap oleh Haryadi et all (2010), kegiatan kepala

    (mengangguk , bergoyang dan menggerakan telinga) sebagai komponen khas

  • 6

    gerakan lokomosi dibandingkan berjalan dan berlari. Segala bentuk perilaku

    badak Jawa tentunya menciptakan bentuk morfologi anatomi yang khas dan unik

    untuk spesiesnya. Terlebih lagi literatur tentang anatomi skelet kepala badak jawa

    masih sedikit sekali ditemukan. Hal ini menyebabkan anatomi skelet badak jawa

    sangat menarik sekali untuk dipelajari.

    1.2 Tujuan

    Tujuan kegiatan penelitian ini adalah mendapatkan gambaran tengkorak

    badak Jawa, beserta fungsi-fungsi tengkorak tersebut. Hasil yang diperoleh

    diharapkan dapat berguna untuk melengkapi data dasar anatomi tulang pada badak

    Jawa.

    1.3 Manfaat

    Penelitian ini mempunyai manfaat dalam perkembangan ilmu kedokteran

    hewan secara umum dan khususnya perkembangan ilmu anatomi hewan. Dengan

    adanya penelitian ini dapat diketahui hubungan antara struktur anatomi tengkorak

    dengan perilaku badak.

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 Ordo Perissodactyla

    Rhinoceratidae termasuk dalam orde perissodactyla, bersama- sama

    dengan tapiridae dan equidae. Famili ini terdiri atas lima spesies hidup: badak

    putih(Ceratotherium simum) dan badak hitam (DicerOs bicornis) di Afrika, badak

    India (RhinocerOs unicornis), badak Jawa (RhinocerOs sondaicus), dan badak

    Sumatera (Dicerorhinussumatrensis) di Asia (Tougard et all 2001).

    2.1.1 Klasifikasi

    Secara taksonomi badak Sumatera diklasifikasikan sebagai berikut :

    Ordo : Perissodactyla

    Super famili : Rhinocerotides

    Famili : Rhinocerotidae

  • 7

    Genus : Rhinoceros

    Spesies : Rhinoceros sondaicus (IRF 2015)

    2.1.2 Morfologi dan Tingkah Laku

    Badak jawa jantan memiliki satu cula yang tersusun atas jaringan keratin yang

    merupakat derivat dari kulit dan tidak berhubungan langsung dengan Os nasal.

    Badak jawa betina memiliki bentukan tanduk seperti batok kelapa dan tidak

    tumbuh dengan sempurna. Badak jawa memiliki berat berkisar 900-2.300 kg

    dengan tinggi 1,5-1,7 m den lebar 2,0-4 m (IRF 2015). Karakteristik lainnya

    adalah badak Jawa memiliki kulit ke abu-abuan, tanpa bulu, den bentukan seperti

    baju jirah pada bagian tubuhnya.

    Pengamat perilaku badak jawa oleh TNUK (2013) yang dilakuka dengan

    pengamatan secara temuan langsung ataupun melalui hasil rekaman video trap

    serta pengamatan tidak langsung merangkumkan 10 perilaku pokok badak jawa,

    yaitu:

    1. Loccomotor, merupakan pergerakan tubuh atau anggota/ bagian tubuh

    yang menyertai perilaku lain dari badak seperti walk foreward, walk

    backforeward, gallop, head movement, ear movement, round, standing

    still, sitting, resting, bangun, dan menguap.

    2. Wallowing, merupakan aktifitas badak saat berada dalam kubuangan

    seperto rolling, resting, rubbing

    3. Agretion, merupakan reaksi badak terhadap gangguan bahaya seperti

    standing ground, attack.charge, pleeing.

    4. Rubbing, merupakan peilaku badak menggesekan bagian tubuhnya

    terhadap benda didekatnya yang bertujuan menghilankan rasa gatal pada

    bagian tersebut.

    5. Social seperti guarding, phisical contac, sound communication.