Proposal Skripsi ANALISIS PENGARUH KURS DOLLAR (USD/IDR), DOW JONES INDUSTRIAL AVERAGE (IDJA) DAN STRAITS TIMES INDEX (STI) TERHADAP PERGERAKAN IHSG DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2010-2014

Download Proposal Skripsi ANALISIS PENGARUH KURS DOLLAR (USD/IDR), DOW JONES INDUSTRIAL AVERAGE (IDJA) DAN STRAITS TIMES INDEX (STI) TERHADAP PERGERAKAN IHSG DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2010-2014

Post on 09-Oct-2015

241 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Kurs dollar AS dan Indeks Dow Jones mempengaruhi IHSG karena Amerika merupakan negara adidaya yang mempengaruhi negara-negara lainnya. Dollar Amerika juga merupakan salah satu mata uang yang dapat diterima di negara manapun. Dow Jones Industrial Average yang merupakan salah satu index dalam NYSE (New York Stock Exchange) dari 30 saham perusahaan blue chip yang secara umum menjadi pemimpin di dalam industri Amerika Serikat yang akan berpengaruh pada pergerakan index negara-negara lain, oleh karena itu apakah adanya pengaruh kurs dollar dan indeks dow jones terhadap IHSG di BEI. Dan untuk melihat bagaimana keadaan indeks di Asia Tenggara Saya mengambil salah satu sampel indeks yang ada di asia yaitu indeks Singapura.

TRANSCRIPT

<ul><li><p>ANALISIS PENGARUH KURS DOLLAR (USD/IDR), </p><p>DOW JONES INDUSTRIAL AVERAGE DAN STRAITS TIMES </p><p>INDEX TERHADAP PERGERAKAN IHSG DI BURSA EFEK </p><p>INDONESIA </p><p>PERIODE 2010-2014 </p><p>SKRIPSI </p><p>Disusun Oleh : </p><p>YULIA IMAGIAR </p><p>1112110169 </p><p>JURUSAN MANAJEMEN </p><p>FAKULTAS BISNIS DAN EKONOMI </p><p>INFORMATICS &amp; BUSINESS INSTITUTE DARMAJAYA </p><p>BANDAR LAMPUNG </p><p>2014 </p></li><li><p>BAB 1 </p><p>PENDAHULUAN </p><p>1.1 Latar Belakang </p><p>Pasar modal memiliki peranan penting dalam kegiatan ekonomi. Di banyak </p><p>negara, terutama di negara-negara yang menganut sistem ekonomi pasar, pasar </p><p>modal telah menjadi salah satu sumber kemajuan ekonomi, sebab pasar modal </p><p>dapat menjadi sumber dana alternatif bagi perusahaan-perusahaan. </p><p>Perusahaan-perusahaan ini merupakan salah satu agen produksi yang secara </p><p>nasional akan membentuk Gross Domestic Product (GDP). Perkembangan </p><p>pasar modal akan menunjang kegiatan peningkatan GDP. Dengan kata lain, </p><p>berkembangnya pasar modal akan mendorong pula kemjuan ekonomi suatu </p><p>negara. </p><p>Melalui pasar modal, dunia usaha akan dapat memperoleh sebagian atau </p><p>seluruh pembiayaan jangka panjang yang diperlukan. Selain itu, pengaktifan </p><p>ini juga dimaksudkan untuk meratakan hasil-hasil pembangunan melalui </p><p>kepemilikan saham-saham perusahaan serta penyediaan lapangan kerja dan </p><p>pemerataan kesempatan usaha. </p><p>Setiap waktu harga saham dapat berubah-ubah. Perubahan harga saham tidak </p><p>selalu positif namun dapat juga negatif tergantung banyaknya permintaan dan </p><p>banyaknya penawaran harga saham. Sehingga terbentuk pergerakan harga </p><p>saham yang naik turun tidak beraturan. Namun ada juga harga saham yang </p><p>berubah yang disebabkan karena tidak adanya permintaan dan penawaran </p><p>dengan kata lain, tidak likuid karena volumenya sedikit atau bahkan tidak ada </p><p>sama sekali, sehingga harga saham stagnan dari waktu ke waktu. </p><p>Pergerakan harga saham yang acak (tidak beraturan) dapat dianalisa dengan </p><p>pendekatan fundamental, misalnya dengan mengetahui laporan keuangan </p><p>suatu perusahaan terbuka, jika laporannya positif maka kemungkinan harga </p><p>sahamnya akan bergerak positif. Analisa kedua adalah pendekatan teknikal </p></li><li><p>yang dilakukan menggunakan chart (grafik) pergerakan harga saham. Dengan </p><p>bantuan beberapa indikator kemudian dianalisa awal sebuah tren yang </p><p>terbentuk dalam hal ini tentunya diharapkan awal uptrend (tren naik) sehingga </p><p>trader atau investor melakukan pembelian(trading) atau investasi, dan ketika </p><p>harga saham berubah menjadi downtrend (tren turun) maka dilakukanlah </p><p>penjualan. </p><p>Menurut Mohamad Samsul (2006: 202), perubahan satu variabel makro </p><p>ekonomi memiliki dampak yang berbeda terhadap harga saham, yaitu suatu </p><p>saham dapat terkena dampak positif sedangkan saham lainnya terkena dampak </p><p>negatif. Misalnya, perusahaan yang berorientasi impor, depresiasi kurs rupiah </p><p>terhadap dolar Amerika yang tajam akan berdampak negatif terhadap harga </p><p>saham perusahaan. Sementara itu, perusahaan yang berorientasi ekspor akan </p><p>menerima dampak positif dari depresiasi kurs rupiah terhadap dolar Amerika. </p><p>Ini berarti harga saham yang terkena dampak negatif akan mengalami </p><p>penurunan di Bursa Efek Indonesia (BEI), sementara perusahaan yang terkena </p><p>dampak positif akan mengalami kenaikan harga sahamnya. Selanjutnya, </p><p>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga akan terkena dampak negatif </p><p>atau positif tergantung pada kelompok yang dominan dampaknya. </p><p>Pergerakan mata uang bisa memiliki dampak yang luas tidak hanya pada </p><p>ekonomi domestik, tetapi juga pada ekonomi global. Kurs merupakan salah </p><p>satu indikator yang mempengaruhi aktivitas di pasar saham maupun di pasar </p><p>uang karena investor cenderung akan berhati-hati untuk melakukan investasi </p><p>portofolio. Terdepresiasinya kurs rupiah terhadap mata uang asing khususnya </p><p>dolar Amerika memiliki pengaruh yang negatif terhadap ekonomi dan pasar </p><p>modal (Sitinjak dan Kurniasari, 2003). </p><p>Menurut Novita dan Nachrowi (2010) secara umum, ada dua pendekatan </p><p>untuk menganalisa hubungan IHSG dengan kurs. Kedua pendektan itu adalah </p><p>pendekatan pasar barang tradisional, juga dikenal sebagai model kurs </p><p>berorientasi aliran flow-oriented) yang dikembangkan (Dombusch dan </p></li><li><p>fischer,1980). Pendekatan portofolio atau stock oriented yang dikembangkan </p><p>(Branson dan Frankel,1983). Pendetakan tradisional menyatakn pergerakan </p><p>kurs (nilai tukar( akan mempengaruhi daya saing internasional dan neraca </p><p>pemabayaran. Pendekatan portofolio berpendapat lain bahwa pasar modallah </p><p>yang justru mempengaruhi kurs melalui permintaan akan uang. Pendekatan ini </p><p>menekankan ada hubungan positif antara harga saham dan kurs, bahwa </p><p>fluktuasi harga saham dan kurs,bahwa fluktuasi harga sahamlah yang </p><p>mempengaruhi fluktuasi kurs. Harga saham yang turun akan membuat </p><p>permintaan uang turun, yang pada akhirnya menyebabkan pelemahan nilai </p><p>tukar. </p><p>Saat ini sebagian besar bahan baku bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia </p><p>masih mengandalkan impor dari luar negeri (www.kompas.com). Ketika mata </p><p>uang rupiah terdepresiasi, hal ini akan mengakibatkan naiknya biaya bahan </p><p>baku tersebut. Kenaikan biaya produksi akan mengurangi tingkat keuntungan </p><p>perusahaan. Bagi investor, proyeksi penurunan tingkat laba tersebut akan </p><p>dipandang negatif (A.K Coleman dan K.A Tettey, 2008). Hal ini akan </p><p>mendorong investor untuk melakukan aksi jual terhadap saham-saham yang </p><p>dimilikinya. Apabila banyak investor yang melakukan hal tersebut, tentu akan </p><p>mendorong penurunanIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG). </p><p>Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersebut dipengaruhi baik </p><p>oleh faktor ekonomi maupun non ekonomi. Faktor ekonomi terutama akibat </p><p>melemahnya nilai tukar, dan melemahnya kinerja bursa regional. Sementara </p><p>faktor non ekonomi yang mempengaruhi melemahnya Indeks Harga Saham </p><p>Gabungan (IHSG) terutama bersumber dari meningkatnya kekhawatiran pasar </p><p>terhadap stabilitas keamanan dan politik. </p><p>Sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar, pengaruh Amerika (AS) sangat </p><p>besar bagi negara-negara lain, hal ini juga termasuk pengaruh dari perusahaan-</p><p>perusahaan dan investornya. Seperti DJIA (Dow Jones Industrial Average) </p><p>yang merupakan salah satu index dalam NYSE (New York Stock Exchange) </p></li><li><p>akan berpengaruh pada pergerakan index negara-negara lain. Salah satu </p><p>contoh, pada tanggal 8 november 2012 Dow Jones ya terjun bebas lebih dari </p><p>300 poin. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito melihat, </p><p>indeks harga saham gabungan (IHSG) yang terkoreksi tipis sekitar 1 persen </p><p>pada pembukaan perdagangan pagi ini, tidak lepas dari kondisi pasar modal di </p><p>Amerika Serikat. Perdagangan saham turun karena sentimen Dow Jones. Hal </p><p>ini dikarenakan ada masalah jurang fiscal. Secara tidak langsung Indeks Dow </p><p>Jones menjadi stimulus negatif terhadap IHSG dan bursa regional </p><p>(finance.detik.com) </p><p>Dow Jones adalah nama penerbit surat kabar The Wall Street Journal. </p><p>Penerbit inilah yang menyusun indeks saham 30 perusahaan besar industri </p><p>yang mereka namakan Dow Jones Industrial Average. . Ketigapuluh saham </p><p>yang tercakup dalam DJIA bisa dikategorikan sebagai perusahaan blue-chip </p><p>Amerika. </p><p>Charles Dow, salah seorang pendiri Dow Jones, adalah pencetus ide memakai </p><p>indeks saham sebagai tolok ukur kondisi pasar saham secara keseluruhan. </p><p>Logika Charles Dow : Naik-turunnya satu saham memang tidak </p><p>mencerminkan pergerakan pasar saham secara keseluruhan, tapi rata-rata dari </p><p>naik-turunnya beberapa saham bisa menjadi cermin pergerakan pasar saham </p><p>secara keseluruhan. Karena Dow Jones Industrial Average adalah salah satu </p><p>indeks saham yang paling awal dikenal di bursa saham Amerika, indeks ini </p><p>terkenal ke seantero dunia sampai saat ini (terusbelajarsaham.blogspot.com) </p><p>Indeks harga saham luar negeri lainnya di benua asia yang menjadi acuan </p><p>dalam proses pengambilan keputusan investor di bursa efek Indonesia adalah </p><p>strait times index yang mewakili bursa saham singapura. Singapura </p><p>merupakan Negara yang secara geografis berdekatan dengan Indonesia. </p><p>Menurut moh. Mansur (2005:2069), kejadian dan dinamika harga saham di </p><p>satu bursa dapat mempengaruhi bursa yang lain terutama dari bursa yang </p></li><li><p>berdekatan dengan Negara-negara yang berdekatan. Singapura juga </p><p>merupakan salah satu Negara maju di kawasan regional asia tenggara. </p><p>Penelitian Frensidy (2009) menguji analisis pengaruh aksi beli-jual asing,kurs </p><p>dan indeks hang seng terhadap IHSG di BEI. Variabel yang digunakan dalam </p><p>penelitian adalah aliran dana, Dollar USD, indeks regional dengan proksi hang </p><p>seng dan IHSG dari januari 2006 sampai oktober 2007. Hasil penelitian </p><p>menyatakan aliran dana dan indeks regional dengan proksi hangseng secara </p><p>signifikan berpengaruh positif terhadap IHSG. Terakhir hasil penelitian </p><p>menyatakan bahwa kurs Dollar USD secara signifikan berpengaruh negatif </p><p>terhadap IHSG. </p><p>Penelitian Novita Yuriantini (2010), menguji Pengaruh Indeks Dow Jones </p><p>Industrial Average (DJIA), Indeks Hang Seng (HSI) dan Kurs Rupiah </p><p>terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Hasil penelitian ini </p><p>menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh secara tidak langsung antara DJIA </p><p>terhadap IHSG melalui kurs rupiah; (2) terdapat pengaruh langsung antara </p><p>indeks DJIA terhadap IHSG; (3) terdapat pengaruh langsung antara indeks </p><p>DJIA terhadap kurs rupiah; (4) terdapat pengaruh langsung antara kurs rupiah </p><p>terhadap IHSG; (5) terdapat pengaruh secara tidak langsung antara indeks </p><p>Hang Seng terhadap IHSG melalui kurs rupiah; (6) terdapat pengaruh </p><p>langsung antara indeks Hang Seng terhadap IHSG; dan (7) terdapat pengaruh </p><p>langsung antara indeks Hang Seng terhadap kurs rupiah. </p><p>Penelitian lainnya dilakukan oleh M. Yunus Kasim (2010). Kesimpulan </p><p>penelitiannya adalah selama periode 2005-2008 terdapat pengaruh silmutan </p><p>dan parsial indeks saham regional terhadap ihsg di bursa efek Indonesia, yakni </p><p>melalui indeks harga saham di kuala lumpur dan indeks harga saham di </p><p>singapura. Selain itu straits times index memiliki pengaruh yang dominan </p><p>terhadap indeks harga saham gabungan dengan pengaruh sebesar 39,83%. </p></li><li><p>Dari informasi dan pergerakan IHSG sektor pertambangan yang berfluktuasi </p><p>sesuai faktor pendorongnya maka penulis tertarik untuk membuat skripsi </p><p>tentang ANALISIS PENGARUH KURS DOLLAR (USD/IDR), DOW </p><p>JONES INDUSTRIAL AVERAGE (IDJA) DAN STRAITS TIMES </p><p>INDEX (STI) TERHADAP PERGERAKAN IHSG DI BURSA EFEK </p><p>INDONESIA PERIODE 2010-2014. </p><p>1.2 Perumusan Masalah </p><p>Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat di berikan rumusan </p><p>masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh kurs dollar </p><p>(usd/idr), dow jones industrial average dan straits times index terhadap </p><p>pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2014 ? </p><p>1.3 Ruang Lingkup Penelitian </p><p>1.3.1 Ruang Lingkup Subjek </p><p>Ruang lingkup Subjek dalam penelitian ini adalah Kurs Dollar, Dow </p><p>Jones Industrial Average dan Straits Times Index terhadap pergerakan </p><p>IHSG di Bursa Efek Indonesia. </p><p>1.3.2 Ruang Lingkup Objek </p><p>Ruang lingkup objek dalam penelitian ini adalah IHSG di Bursa Efek </p><p>Indonesia. </p><p>1.3.3 Ruang Lingkup Tempat </p><p>Ruang lingkup tempat dalam penelitian ini yaitu Bursa Efek Indonesia </p><p>melalui penelusuran data sekunder yang berkaitan dengan Indeks Harga </p><p>Saham Gabungan. </p><p>1.3.4 Ruang Lingkup Waktu </p><p>Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan, yaitu dari bulan Oktober 2014 </p><p>sampai bulan Januari 2015. </p></li><li><p>1.3.5 Ruang Lingkup Ilmu </p><p>Ruang lingkup ilmu : Pengantar Pasar Modal, Pasar Modal dan </p><p>Manajemen Portofolio, dan Teori Keuangan dan Analisis Sekuritas. </p><p>1.4 Tujuan Penelitian </p><p>Sesuai dengan pokok permasalahan diatas maka diambil tujuan dari penelitian </p><p>ini, yaitu : </p><p>1. Menguji pengaruh Kurs Dollar USD terhadap IHSG? </p><p>2. Menguji pengaruh Dow Jones Industrial Average terhadap IHSG ? </p><p>3. Menguji pengaruh Straits Times Index terhadap IHSG? </p><p>1.5 Manfaat penelitian </p><p>Dengan mengetahui pemecahan permasalahan, maka akan diperoleh beberapa </p><p>manfaat, antara lain : </p><p>1. Bagi Akademik dan Peneliti lain </p><p>Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dan menjadi </p><p>bahan referensi bagi peneliti-peneliti selanjutnya yang diimplementasikan </p><p>untuk mengetahui reaksi pasar modal terhadap peristiwa ekonomi. </p><p>2. Bagi emiten dan investor diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi </p><p>bahan pertimbangan dan masukan dalam pengambilan keputusan pada </p><p>saat melakukan pembelian maupun penjualan saham. </p><p>1.6 Sistematika Penulisan </p><p>BAB I PENDAHULUAN </p><p>Pada bab ini menguraikan tentang latar belakang masalah, rumusan </p><p>masalah, ruang lingkup penelitian, tujuan penelitian, manfaat </p><p>penelitian, sistematika penulisan. </p><p>BAB II LANDASAN TEORI </p><p>Pada bab ini menjelaskan tentang landasan teori yang berhubungan </p><p>dengan penelitian. </p></li><li><p>BAB III METODOLOGI PENELITIAN </p><p>Metodologi penelitian, jenis penelitian, sumber data, metode </p><p>pengumpulan data, populasi dan sampel, variabel penelitian, teknik </p><p>pengumpulan data, teknik analisis data. </p><p>BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN </p><p>Pada bab ini menerangkan tentang hasil dan pembahasan mengenai </p><p>pengaruh Kurs Dollar, Dow Jones Industrial Average dan Straits Times </p><p>Index terhadap pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia. </p><p>BAB V PENUTUP </p><p>Berisi simpulan dan saran yang diharapkan ada manfaatnya bagi </p><p>pihak yang bersangkutan dan bagi pembaca pada umumnya. </p></li><li><p>BAB II </p><p>LANDASAN TEORI </p><p>2.1 Pasar modal </p><p>Pasar modal adalah kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan penawaran </p><p>umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang menerbitkan efek, dan </p><p>lembaga atau profesi yang berkaitan dengan efek (Setiyanto dan Prayogo, </p><p>2008). Pasar modal pada hakikatnya adalah jaringan tatanan yang </p><p>memungkinkan pertukaran klaim jangka panjang, penambahan financial </p><p>assets (dan hutang) pada saat yang sama, dan pasar modal memiliki fungsi </p><p>meningkatkan dan menghubungkan aliran dana jangka panjang dengan kriteria </p><p>pasarnya secara efisien yang akan menunjang pertumbuhan riil ekonomi </p><p>secara keseluruhan (Anoraga dan Pakarti, 2008:5). </p><p>Secara formal pasar modal dapat didefinisikan sebagai pasar untuk berbagai </p><p>instrument keuangan (atau sekuritas) jangka panjang yang bisa </p><p>diperjualbelikan, baik dalam bentuk hutang maupun modal sendiri, baik yang </p><p>diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan swasta (Husnan, 2008:3). </p><p>Pasar modal memberikan jasanya yaitu menjembatani hubungan antara </p><p>pemilik modal dalam hal ini disebut pemodal (investor) dengan peminjam </p><p>dana dalam hal ini disebut dengan nama emiten (perusahaan yang go public). </p><p>Pasar modal dapat mengalokasikan dana pada berbagai jenis perusahaan dan </p><p>milik siapa saja. Melalui pasar modal dapat diterapkan pemerataan </p><p>pemerolehan dana pada perusahaan. Setelah go public dia akan menjadi milik </p><p>publik. Jadi, pemilikan tidak berkonsentrasi dalam kelompoknya sendiri </p><p>(Anoraga dan Pakarti, 2008:5). </p><p>Pasar modal menjalankan fungsi ekonomi dan keuangan. Dalam </p><p>melaksanakan fungsi ekonominya, pasar modal menyediakan fasilitas untuk </p><p>memindahkan dana dari lender ke borrower. Dengan menginvestasikan </p><p>kelebihan dana yang mereka miliki, lenders mengharapkan akan memperoleh </p></li><li><p>imbalan dari penyerahan dana tersebut. Dari sisi borrower tersedianya dana </p><p>dari pihak luar memungkinkan mereka melakukan investasi tanpa harus </p><p>menunggu tersedianya dana dari hasil operasi pe...</p></li></ul>