Proposal Skripsi Akhmad Jazuli Rev.3

Download Proposal Skripsi Akhmad Jazuli Rev.3

Post on 13-Oct-2015

233 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

skripsi

TRANSCRIPT

<p>35</p> <p>FORMULASI TABLET HISAP EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIHMERAH (Piper crocotumRuiz&amp;Pav.)DENGAN PEMANIS SORBITOL-LAKTOSA-ASPARTAM </p> <p>Proposal Penelitian untuk Skripsi</p> <p>diajukan oleh :Akhmad Jazuli105010602</p> <p>FAKULTAS FARMASIUNIVERSITAS WAHID HASYIMSEMARANG2014FORMULASI TABLET HISAP EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH MERAH (Piper crocotumRuiz &amp; Pav.)DENGAN PEMANIS SORBITOL-LAKTOSA-ASPARTAM </p> <p>diajukan oleh :Akhmad Jazuli105010602</p> <p>Telah disetujui OlehPembimbing Utama,</p> <p>Yulias Ninik W, M.Si., Apt.tanggal...........................</p> <p>Pembimbing Pendamping,</p> <p>Sugiyono, M.Sc., Apt.tanggal...........................</p> <p>I. JUDULFormulasi Tablet Hisap Ekstrak Etanol Daun Sirih Merah (Piper Crocotum Ruiz &amp; Pav.) dengan Pemanis Sorbitol-Laktosa-Aspartam </p> <p>II. INTISARISalah satu tanaman obat yang biasa digunakan oleh masyarakat adalah sirih merah (Piper CrocotumRuiz &amp; Pav.), yang diketahui dapat mengobati penyakit di antaranya diabetes mellitus, peradangan akut pada organ tubuh tertentu, batuk, luka yang sulit sembuh, kanker payudara dan kanker rahim (Sudewo, 2010).Penelitian Syahida (2011), menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirih merah pada konsentrasi 0,3% mempunyai aktivitas mukolitik setara dengan asetilsistein 0,1%. Untuk memudahkan penggunaan maka dibuat dalam bentuk sediaan tablet hisap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan respon rasa tablet hisap ekstrak etanol daun sirih merah dengan pemanis sorbitol-laktosa-aspartam.Metode ekstraksi yang dipilih adalah perkolasi dengan pelarut etanol 70%. Tablet hisap dibuat sebanyak5 formula yang mengandung pemanis aspartam dengan jumlah yang sama dan variasi pemanis laktosa-sorbitolyakni : FI (82%-0%), F II (61,5%-20,5%), F III (41%-41%), F IV (20,5%-61,5%), F V (0%-82%).Tablet hisap dibuat dengan metode granulasi basah. Granul diuji sifat fisiknya meliputi waktu alir, sudut diam dan pengetapan. Tablet hisap diuji sifat fisiknya meliputi keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, waktu melarut dan uji tanggapan rasa. Data yang diperoleh dibandingkan dengan persyaratan dalam Farmakope Indonesia dan pustaka lainnya serta dianalisis secara statistikmenggunakan Anova satu jalan dengan taraf keperccayaan 95%, dilanjutkan uji Tuckey apabila terjadi perbedaan yang bermakna.</p> <p>III. LATAR BELAKANGBatuk yang berlebihan dan mengganggu merupakan keluhan paling sering yang menyebabkan pasien pergi ke dokter untuk diperiksa. Alasannya antara lain meliputi ketidaknyamanan karena batuk itu sendiri, gangguan terhadap kehidupan normal, dan kekhawatiran akan adanya penyebab batuk, terutama ketakutan akan kanker atau AIDS (Ikawati, 2011).Saat ini masyarakat dunia dan juga Indonesia mulai mengutamakan penggunaan obat secara alami (Back to Nature). Salah satu jenis tanaman obat yang digunakan oleh masyarakat adalah sirih merah. Tanaman sirih merah mulai dikenal orang karena manfaat dan khasiatnya diantaranya sebagai obat batuk (Sudewo, 2010). Senyawa kimia berkhasiat yang terkandung dalam daun sirih merah adalah flavonoid, alkaloid, saponin, tannin (Agoes, 2010), polifenolat (Syahida, 2011).Daun sirih merah mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri Gram positif dan Gram negatif (Juliantina dkk., 2009). Penelitian lain oleh Syahida (2011), menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirih merah pada konsentrasi 0,3% mempunyai aktivitas mukolitik setara dengan asetilsistein 0,1%.Agar masyarakat bisa memanfaatkan daun sirih merah dengan praktis dan mudah,diperlukan sebuah inovasi baru guna memberi kemudahan, kenyamanan, sekaligus mengoptimalkan khasiat dan kegunaan daun sirih merah itu sendiri.Daun sirih merah mempunyai rasa yang pahit dan getir, sehingga sediaan yang dibuat harus mampu menutupi rasa yang tidak menyenangkan dari sirih merah. Di antara bentuk sediaan farmasi yang ada, tablet hisap merupakan salah satu pilihan bentuk formulasi yang praktis. Upaya pembuatan tablet hisap ekstraketanol daun sirih merah sebagai salah satu inovasi baru untuk merintis jalan bagi pengembanganobat-obat fitofarmaka. Bentuk tablet hisap diharapkan akan lebih disukai, karenalebih mudah dalam penggunaannya. Bentuk sediaan ini jugadiharapkan akan dapat memberikan takaran dosis zat aktif yang lebih tepat. Tablethisap merupakan bentuk sediaan yang sesuai karena salah satu sifat dari ekstraketanol daun sirih merah yang diharapkan adalah memberikan efek lokal antibakteridan mukolitik pada rongga mulut dan tenggorokan. Sebagai obat batuk juga akan lebih nyaman jika dibuat dalam sediaan tablet hisap daripada bentuk tablet regular, karena kita tak perlu menelan tablet sekaligus, melainkan cukup dengan mengulum dan mengisapnya pelan-pelan sehingga tidak menyebabkan tersedak dan juga lebih praktis (Nugroho, 2008).Arumsari (2013), telah melakukan penelitian tentangpengaruhpenggunaan kombinasi pemanis aspartam-sorbitol terhadap sifat fisik dan tanggapan responden pada tablet hisap ekstrak etanol daun sirih merah. Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwakombinasi pemanis tersebut masih belum mampu menutupi rasa pahit dari ekstrak etanol daun sirih merah. Maka perlu dilakukan penelitian sejenis dengan meningkatkan jumlah pemanis aspartam dengan jumlah perbandingan yang sama tiap formulanya dan memvariasikan pemanis sorbitol-laktosayang ditujukan untuk mendapatkan kualitas sifat fisik tablet hisap yang baik dan mempunyai rasa yang dapat diterima oleh masyarakat.</p> <p>IV. PERUMUSAN MASALAHPerumusan masalah dari penelitian ini adalah :1. Bagaimanakah sifat fisik tablet hisap ekstrak etanol daun sirih merahdengan pemanis sorbitol-laktosa-aspartam?2. Bagaimanakah tanggapan rasa dari responden terhadap tablet hisapekstrak etanol daun sirih merah dengan pemanis sorbitol-laktosa-aspartam?</p> <p>V. PENTINGNYA SKRIPSI DIAJUKANPentingnya skripsi ini diajukan yaitu untuk mempermudah masyarakat dalam menggunakan daun sirih merah sebagai obat tradisional alami (mukolitik) dengan membuat suatu formulasi tablet hisap. Selain itu, dapat digunakan sebagai referensi bagi penelitian sejenis yang dilakukan untuk peneliti lain.</p> <p>VI. TUJUAN PENELITIANTujuan penelitian ini adalah untuk:1. Untuk membuatformulasi tablet hisap ekstrak etanol daun sirih merahdengan pemanis sorbitol-laktosa-aspartam2. Untuk mengetahui tanggapan rasa dari responden terhadap tablet hisapekstrak etanol daun sirih merah</p> <p>VII. KEASLIAN PENELITIANStudi pustaka yang telah dilakukan, ditemukan penelitian serupa yaitu Pengaruh penggunaan kombinasi aspartam-sorbitol terhadap sifat fisik dan tanggapan responden pada tablet hisap ekstrak etanol daun sirih merah (Piper crocotumRuiz&amp;Pav.) (Arumsari, 2013.). Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwakombinasi pemanis tersebut masih belum mampu menutupi rasa pahit dari ekstrak etanol daun sirih merah.</p> <p>VIII. TINJAUAN PUSTAKAA. Sirih Merah (Piper crocotum Ruiz &amp; Pav.) Tanaman sirih merahmerupakan salah satu tanaman obat yang daunnya telah lama dikenal mempunyai khasiat obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Selain itu, sirih merah termasuk salah satu elemen penting yang harus ada dalam setiap upacara adat di Jawa (Sudewo, 2010).Tanaman sirih merah tumbuh merambat seperti halnya sirih hijaudengan bentuk daun menyerupai hati dan bertangkai, yang tumbuhberselang-seling dari batangnya serta penampakan daun yang berwarna merah keperakan danmengkilat. Sirih merah tumbuh merambat di pagaratau pohon. Ciri khas tanaman ini adalah berbatang bulat berwarna hijaukeunguan dan tidak berbunga. Yang membedakan dengan sirih hijau adalahselain daunnya berwarna merah keperakan, bila daunnya disobek maka akan berlendir serta aromanya lebih wangi (Sudewo, 2010). Daun sirih merah dapat dilihat pada gambar 1 di bawah ini.</p> <p>Gambar 1. Sirih merah</p> <p>Kedudukan tanaman sirih merahdalam taksonomi tumbuhan adalah sebagai berikut:Kingdom: PlantaeDivisi: MagnoliphytaKelas: MagnoliopsidaOrdo: PiperalesFamili: PiperaceaeGenus: PiperSpesies: Piper crocotum Ruiz &amp; Pav. (Backer, 1968 dan Steenis,1985)</p> <p>Ekstrak daun sirih merahmemiliki khasiat diantaranya adalah untuk mengobati diabetes mellitus, peradangan akut pada organ tubuh tertentu, batuk, luka yang sulit sembuh, kanker payudara, kanker rahim, dan lain-lain (Sudewo,2010). Ekstrak etanol daun sirih merah juga terbukti mempunyai aktivitas mukolitik (Syahida, 2011), dan antibakteri (Juliantina dkk., 2009).Senyawa fitokimia yang terkandung dalam sirih merah yakni flavonoid, alkaloid, saponin, tannin (Agoes, 2010), polifenolat (Syahida, 2011).B. Ekstraksisuatu sediaan pekat yang diperoleh dengan cara mengekstraksi zat aktif dari simplisia nabati atau simplisia hewani dengan menggunakan pelarut yang sesuai, kemudian sebagian atau semua pelarut diuapkan dan serbuk yang tersisa dibuat sedemikianrupa hingga sesuai dengan baku yang telah ditetapkan suatu sediaan pekat yang diperoleh dengan cara mengekstraksi zat aktif dari simplisia nabati atau simplisia hewani dengan menggunakan pelarut yang sesuai, kemudian sebagian atau semua pelarut diuapkan dan serbuk yang tersisa dibuat sedemikianrupa hingga sesuai dengan baku yang telah ditetapkan suatu sediaan pekat yang diperoleh dengan cara mengekstraksi zat aktif dari simplisia nabati atau simplisia hewani dengan menggunakan pelarut yang sesuai, kemudian sebagian atau semua pelarut diuapkan dan serbuk yang tersisa dibuat sedemikianrupa hingga sesuai dengan baku yang telah ditetapkan suatu sediaan pekat yang diperoleh dengan cara mengekstraksi zat aktif dari simplisia nabati atau simplisia hewani dengan menggunakan pelarut yang sesuai, kemudian sebagian atau semua pelarut diuapkan dan serbuk yang tersisa dibuat sedemikianrupa hingga sesuai dengan baku yang telah ditetapkan suatu sediaan pekat yang diperoleh dengan cara mengekstraksi zat aktif dari simplisia nabati atau simplisia hewani dengan menggunakan pelarut yang sesuai, kemudian sebagian atau semua pelarut diuapkan dan serbuk yang tersisa dibuat sedemikianrupa hingga sesuai dengan baku yang telah ditetapkanEkstraksi atau penyarian merupakan istilah yang digunakan oleh ilmuwan yaitu pemisahan bagian-bagian zat aktif tanaman atau jaringan-jaringan hewan dari komponen-komponen tidak aktif atau inert menggunakan bahan pelarut selektif dengan prosedur-prosedur standar (Handa, 2008). Cara penyarian dapat dibedakan menjadi cara dingin seperti: maserasi, perkolasi, dan cara panas seperti : refluks, sokhlet, digesti, infus dan dekok (Depkes RI,2000).Perkolasi adalahekstraksi dengan pelarut yang selalu baru sampai sempurna (exhausative extraction) yang umumnya dilakukan pada temperatur ruangan. Proses terdiri dari tahapan pengembangan bahan, tahap maserasi antara, tahap perkolasi sebenarnya (penetesan/penampungan ekstrak), terus menerus sampai diperoleh ekstrak (perkolat) yang jumlahnya 1-5 kali bahan (Depkes RI, 2000). Alat yang digunakan untuk melakukan perkolasi disebut perkolator. Suatu perkolator menyerupaikapal sempit berbentuk kerucut yang dapat dibuka pada ujungnya, dapat dilihat pada Gambar 2 di bawah ini.</p> <p>Gambar 2. PerkolatorEkstrak adalah sediaan kental yang diperoleh dengan mengekstraksi senyawa aktif dari simplisia nabati atau simplisia hewani menggunakan pelarut yang sesuai, kemudian semua atau hampir semua pelarut diuapkan dan massa atau serbuk yang tersisa diperlakukan sedemikian hingga memenuhi baku yang telah ditetapkan. Sebagian besar ekstrak dibuat dengan mengekstraksi bahan baku obat secara perkolasi. Seluruh perkolat biasanya dipekatkan secara destilasi dengan pengurangan tekanan, agar bahan sesedikit mungkin terkena panas(Depkes RI, 2000).suatu sediaan pekat yang diperoleh dengan cara mengekstraksi zat aktif dari simplisia nabati atau simplisia hewani dengan menggunakan pelarut yang sesuai, kemudian sebagian atau semua pelarut diuapkan dan serbuk yang tersisa dibuat sedemikianrupa hingga sesuai dengan baku yang telah ditetapkan</p> <p>C. Cairan PelarutCairan pelarut dalam proses pembuatan ekstrak adalahpelarut yang baik (optimal) untuk senyawa kandungan yang berkhasiat atau yang aktif, dengan demikian senyawa tersebut dapat terpisahkan dari bahan dan dari senyawa kandungan lainnya serta ekstrak hanya mengandung sebagian besar senyawa kandungan yang diinginkan.Faktor utama untuk pertimbangan pada pemilihan cairan penyari adalah selektivitas, kemudahan bekerja dan proses dengan cairan tersebut, ekonomis, ramah lingkungan dan keamanan (Depkes RI, 2000).Cairan pelarut yang digunakan untuk proses ekstraksi harus memenuhi syarat kefarmasian atau dalam perdagangan dikenal dengan kelompok spesifikasi pharmaceutical grade. Sampai saat ini berlaku aturan bahwa pelarut yang diperbolehkan adalah air dan alkohol (etanol) serta campurannya. Jenis pelarut lain seperti metanol, heksana, toluen, kloroform, serta aseton, pada umumnya hanya digunakan sebagai pelarut untuk tahap separasi dan tahap pemurnian (fraksinasi). Khusus metanol, dihindari penggunaannya karena sifatnya yang toksik akut dan kronik, namun demikian jika dalam uji ada sisa pelarut dalam ekstrak menunjukkan negatif, maka metanol sebenarnya pelarut yang lebih baik dari etanol (Depkes RI, 2000).</p> <p>D. Tablet HisapTablet merupakan bentuk sediaan obat padat takaran tunggal.Tablet hisap adalah tablet yang diberi penambah rasa untuk diisap (dikulum) dan didiamkan (ditahan) di dalam mulut atau faring (Siregar dan Wikarsa, 2010).Proses pembuatan tablet hisap dengan tablet konvensional secara umum sama.Perbedaan utama tablet hisap dengan tablet biasa terletak pada:1. Bahan Pengisi untuk Pembuatan Tablet HisapBahan pengisi ditambahkan jika jumlah zat aktif sedikit atau sulitdikempa. Pengisi juga dapat ditambahkan karena alasan untuk memperbaiki dayakohesi sehingga dapat dikempa langsung atau untuk memacu aliran.Hal yangperlu diperhatikan dalam pemilihan bahan pengisi adalah netral terhadap bahanyang berkhasiat, inert (stabil) secara farmakologi serta tidak boleh berbahaya atautidak tercampur dengan bahan berkhasiat. Syarat lain yang harus dipenuhi adalahmudah larut sehingga dapat membentuk larutan yang jernih. Bahan pengisi tabletyang umum adalah laktosa, pati, kalsium fosfat dibasedan selulosa mikrokristal.Tablet hisapsering mengandung sukrosa, manitol, atau sorbitol sebagai bahanpengisi.Jika kandungan zat aktif kecil, sifat tablet secara keseluruhan ditentukanoleh bahan pengisi yang besar jumlahnya (DepkesRI, 1995).2. Bahan Pengikat untuk Pembuatan Tablet HisapBahan pengikat memberikan daya adhesi pada massa serbuk sewaktugranulasi dan pada tablet kempa, serta menambah daya kohesi yang telah ada padabahan pengisi. Bahan pengikatdapat ditambahkan dalam bentuk kering, tetapilebih efektif jika ditambahkan dalam larutan. Bahan pengikat yang umumdigunakan meliputi gom akasia, gelatin, sukrosa, povidon, metilselulosa,karboksimetilselulosa dan pasta pati terhidrolisis (Depkes RI,1995). Bahan pengikat berfungsi sebagai perekat yang mengikat komponen dalambentuk serbuk menjadi granul sampai tablet pada proses pengempaan. Bahanpengikat juga berfungsi sebagai pen...</p>