130918 (1)

Download 130918 (1)

Post on 10-Jul-2015

102 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 5/11/2018 130918 (1)

    1/8

    Jurna 1 Ilmiah Exacta Vol. 1No.3 [anuari 2009

    MODEL REPRODUKSI UDANG GALAHMacrobachium rosenbergii (de Man)CRUSTACEA,DEKAPODA.Oleh:

    Wartono Hadie dan YulistianaUniversitas Indraprasta PGRI : E-mail: uniYersity.

  • 5/11/2018 130918 (1)

    2/8

    [urnal Ilmiah Exactq Vol.1o.3 [anuari 2009

    oosit dalam ovarium Bahkan mekanismeovulasinya tidak terpengaruh oleh adatidaknya jantan yang akan membuahitelurnya.PERKEMBANGANUDANG BETINA REPRODUKSI

    Urutan gellerasi dalam grupberbeda pada krustase oleh beberapa penelitiyang meliputi perkelll.bangan telur melaluiproses vitelogenesis telah diamati. Fish &Preece (1970) meluldskan urutan indukAmpipoda (BathypOtia) di mana embrioberkembang dalam Pengeraman sementaraoogonia berkembang dalam ovari. PadaCarsinus menas yang rnembawa telur, telahmelakukan previtalogenesis oosit dalamovari yang diprogramk:an untuk pematangansiklus berikutnya. Pacta Libinia emerginatabetina mempunyai te11.trbarn pada kantongpengeram segera setelah penetasan zoea, danbisa memproduksi 3~4 pengeraman setiaptahunnya (Hinsch, 1968 dalam O'Donovanet al., 1984). Penulis melaporkan adanyapenempatan telur baru dalam kantongpengeraman kurang dari 12 jam setelahpenetasan. Pada spesies Maja, kepitingkawin dulu menjelang penetasan telur dansegera mempunyai tell.tr bam pada kantongpengeraman beberapa jam setelah penetasan(Schone, 1968, dalan; O'Donovan et al.,1984). Hectocarpus pictus juga adalah"multiplebrooder".Udang betina membawaembrio sementara oVari terus berkembangukurannya.

    Pada udang galah strain air tawardan air payau dari Malaysia, telah dicatatbahwa betina mungkj-, dapat melepaskantelur 3-4 kali dalam setahun pada kondisialami (Ling, 1969). Pada penelitianselanjutnya banYak menyorotiperkembangan ovarium pada saat udangsedang mengerarni telur dalam kantongpengeraman betina (eIQbriogenesis).Perk.embangan oosit (Oogenesis)

    Menurut O'Donovan et al., (1984)sesuai dengan ukuran, penimbunan kuningtelur, dan kontak dengan folikel sel, oositdibedakan ke dalam 4 stadium:1. Oosit dalam stadium I fase meiosis.

    keeil dikelilingi sel dengan nukleussentral yang besar dan membransitoplasma tipis pada daerah tengahovari. Ukuran sel>- 8,5 mm, kromosomberada pada stadium Ieptoten, paehitenatau awal zigoten, tidak ada folikel selyang teramati;

    2. Oosit pada previtelogenesis ukuranantara 12-100 mm, basofili dansitoplasma dengan granula. Rasionukleositoplasma menurun.Heterokromatin menyebar melaluinucleus dan nukleolli. Sel folikelmengelilingi oosit berjumlah 3 atau 4sel dengan nucleus terlihat;

    3. Oosit pada vitalogenesis pertama,ukuran 100-170 mm. Sitoplasmabersifat asam (asidofili) di bagian tepi,tapi basofili di sekeliling inti. Butirlemak cukup besar muncul di bagiantepi ooplasma;

    4. Oosit pad a vitelogenesis kedua, ukuran170-300 mm, adanya akumulasi globuldan vitelin dan glikoprotein korteks;

    5. Telur matang mencapai ukuran 530 mm.Tidak ada sel folikel yang tampakdisekitamya dan dikelilingi oIehbungkus vitelin dengan ketebalan 3-8,6mm.

    Perkembangan siklus oosit pada faseintermolt masa inkubasi telur1. Udang betina yang barn sajamelepaskan telur, OOS1terbesar dalamovarium _ perkembanganprevitalogenetiknya belum sempurna,ukurannya 99,26 - 2,39 mm;

    2. Induk betina dengan embrio berwarnakuning, oosit terbesar berada pad avitalogenesis primer dengan timbunanglikogen dan lipid, ukuran 151 ,01 -2,87 mm;

    3. Induk betina dengan telur berwarnacoklat oosit terbesar berada padavitelogenesis -ke-2 dengan glikogen,lipid dan protein mulai muncul, ukuran286,24 - 9,53 nun;

    4. Induk betina dengan telur keabu-abuan,oosit berada pada stadium lanjut plakprotein lebih besar dan lebih banyak;

    2

  • 5/11/2018 130918 (1)

    3/8

    [umal Ilmiah Exacia VoL1No.3 [anuari 2009

    5. Telur menetas, oosit berada padastadium akhir dari proses vitelogenesisoosit terbesar yang kaya dengantimbunan plaquet dan bungkus vitelinesudah berkembang ukuran 382,57- 6,74mm.

    6. Betina berganti kulit (molting) ukuranrataan oosit mencapai 1527,46 : t 5,33mm. Kebanyakan dari oosit telahdilepaskan oleh sel folikel yangdikelilingi bungkus vitelin.

    Proses vitelogenesisMenurut Meusy " & payen (1984)

    vitelogenesis adalah tahapan reproduksipada krustase berupa akumulasi sejumlahbesar kuning teIur, tetapi mungkin tidakhanya itu dengan internalisasi precursor dariekstra ovari yang disebut vitelogenin. Halin i berpengaruh terhadap keserentakan darisemua oosit, rnisalnya sernua oosit yangmampu mencapai akhir dariprevitelogenesis. Proses vitelogenesisdemikian umum pada beberapa kelompokkrustase, terutama pada insekta, amphibia,ikan, dan burung.Tiga aspek penting dari vitelogenesisadalah:I. KontroI endokrin dalamprosesvitelogenesis;2. Previtelogenesis adalah fenomena

    kontinyu, sedangkan vitelogenesis tidakkontinyu dan dapat dihambat ataudipercepat oleh musim atau kondisibuatan;3. Keberhasilan vitelogenesis adalahkriteria untuk konsep pubertas padakrustase betina.Vitelogenin krustase adalah merupakan

    protein dengan bobot molekul (BM) tinggibersatu pada lemak (lipid) dan glukosidadan '.grup karotenoid .prostatik, Pada saatvitelogenesis bekerja, terdapatpenggabungan karotenoid ke dalamvitelogenin dalam warna yang cerah. Olehkarena itu pada hewan dengan eksosekletontransparan (udang) dapat terlihat dengantanpa membedah udang.

    Melalui pengujian mikroskopis padabetina segera setelah ovulasi dan ovipositontelah ditemukan bahwa di bagian tepi

    ovarium berisi struktur yang aneh. Ovari sisidalam trabekula yang kosong akibat ovulasibeberapa waktu sebelumnya dengan selbertangkai yang menonjol keluar.PERKEMBANGANJANTAN REPRODUKSI

    Kelenjar androgen pada krustasepertama kali dilukiskan ol~hCharniaux-Cotton (1954) dalam OrchestiaAmphipoda. Setelah itu kelenjar yangmempunyai fungsi yang sarna diidentifikasipada beberapa spesies ordo Malacostrac~Kelenjar androgen mengeluarkan sekresibanyak hormon, kelenjar hormon androgenyang ambil bagian dalam pengaturandiferensiasi seksual dan perkembangannya(Katakura, 1984).

    Nagamine et al. (1980)mendapatkan bahwa terdapatnya kelenjarandrogen adalah sangat penting untukperkembangan dan regenerasi karakater.sekunder dati udangjantan. Lebihjauh Sagi& Cohen (l990) mempertunjukkan bahwaterdapatnya kelenjar androgen sangatpenting untuk diferensiasi morfologi.Walaupun demikian hubungan antarakelenjar androgen dan stadium reproduktiftidak jelas benar. Kemungkinan adalahbahwa kelenjar tersebut mengatur aktivitasreproduksi dengan kata lain untukmenstimulasi diferensiasi karakter seksualsekunder dan diferensiasi morfotipe. Olehkarena itu secara histologi, kitamembandingkan karakteristik kelenjarandrogen .dariudang galah pada morfotipe -:,yang berbeda. ..

    Dalam pengujian perkembanganseks jantan menggunakan prosedur histologi.Testis, saluran sperma, dan kelenjarandrogen dibedah, dan difiksed denganlarutan Bouin selama 24 jam dan kemudiandicuci daIam etanoI 70%. Sarnpel testis dansaIuran sperma ditimbang untukmenghitung GSI (sebagai 100 x bobot testisdan saIuran sperma Ibobot badan (g),. dalampersen) setelah dehidrasi secara seri denganetanol dan xylena sampe1 yang difikseddi-embedding dalam parafin, kemudiandipotong dengan ketebalan 3-5 mm.Potongan diwarnai dengan Carazzi'shematoxilin-eosin untuk pengamatan

    3

  • 5/11/2018 130918 (1)

    4/8

    Jurna 1Ilmiah Exacta Vol. 1No.3 Januari2009

    histologis di bawah mikroskop. Untukmikroskop elektron, kelenjar androgenicdifiksed dalam es, 2% paraformaldehidadalam buffet glutaraldehide 0,075M asamkakodilat, Setelah dicuci, jaringan difiksedterakhir dengan osmium tetraoksida 1 %,dan di-embedding dengan epon 812 setelahdidehidrasi dalam seri etanol. potonganyang tipis diwarnai dengan uranil asetat danlead s it ra t

    memperbanyak perkawinan, karena jantanpostmolt dan akhir premolt tidak dapatmengawini betina,Tabel I. Bobot badan (BW),. panjang

    karapas (Cl.), GSI, panjang relatifcapit (RCL) dan lebar propodusrelatif (RPW) dan SM, OC, Be.(Okumura dan Tabthipwon, tt)

    Morfotipe N BW(g) CL (mm) GSI RCL RPWBC 40 70.2+33 52.0+0.9 0.49+0.02 4.12+0.02 0.090+0.001OC 46 ,56.5+2.5 50.3+0.8 0.24+0.01 2.96+0.03 0.107+0.001SM 40 13 4+0.7 30.8+0.6 021+0.02 7."1+0.02 0.1l1 +0.001

    Seksual dimorfisme pada jantanTiga morfotipe udang galah jantan

    adalah sma ll ma le (SM), orange claw (OC),dan blue claw (BC) ditentukan denganwarna capit dan ukuran badan (Gambar 1)sesuai Kuris et a t. (1987). Wama capit padaBe biro tu a dan OC, jingga, sedangkan SMbelum berwarna. panjang relatif dan bentukcapit yang diteliti oleh Okumura &Tathibwon (tt) seperti terlihat pada Tabel 1tersebut memberikan gambaran yang jelastentang rasio perkembangan organ tubuh.Panjang capit Be secara nyata berbeda danlebih panjang, pada prinsipnya karenamemanjangnya propodus. Jantan 8M palingpendek dan paling lebar. Panjang danbentuk dati capit oc di antara BC dan 8Mseperti halnya yang dikemukakan oleh Kuriset al. (1987) yang mengindikasikan bahwaklasifikasi morfotipe demikian sesuai. Lamawaktu siklus molting terlihat sangat panjangpada BC dibanding dengan OC. Ini sesuaidengan beberapa tulisan belakangan yangmelaporkan bahwa Be tumbuh lambatsedangkan pada oc sangat cepat (Cohen etal., 1981;Ra'anan&Cohen, 1985).Ganado S om atic Index (GSI) sepertiyang terlihatpada Tabel 1 menunjukkanbahwajantan Be mempunyai GSI terbesar,sedangkan anatara SM dan OC tidak berbedanyata. Sperma terlihat pada sahiran semuamorfotipe. Hasil ini mengindikasikan bahwaaktivitas reproduksi Be tertinggi, tetapisemua tipe jantan ini mampu untuk kawin.Lama waktu stadium intermolt pada BCmerupakan c bagian dari strategi untuk

    Dipihak lain. basil pengamatan Hadie et al...(2001 in progress) memperlihatkan bahwarasio panjang capit terhadap panjang totalmendekati 1.5 uutuk Be (150%).0.92 untukOC (92%). d